Ahli Keamanan Partai Republik: Trump Berbahaya Bila Jadi Presiden

Selasa, 09 Agustus 2016 - 07:20 WIB
Ahli Keamanan Partai...
Ahli Keamanan Partai Republik: Trump Berbahaya Bila Jadi Presiden
A A A
WASHINGTON - Lima puluh pejabat keamanan nasional Partai Republik, termasuk mantan direktur CIA, menyebut calon presiden partai Donald Trump tidak memenuhi syarat untuk memimpin negara. Mereka mengatakan Trump akan menjadi presiden yang paling sembrono dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

"Trump tidak memiliki karakter, nilai, dan pengalaman untuk menjadi presiden. Ia melemahkan otoritas moral sebagai pemimpin dunia bebas AS. Dia tampaknya tidak memiliki pengetahuan dasar tentang dan keyakinan dalam Konstitusi AS, undang-undang AS dan institusi Amerika, termasuk toleransi beragama, kebebasan pers, dan pengadilan yang independen," bunyi pernyataan itu.

Pernyataan ini adalah penolakan terbaru terhadap pencalonan Trump oleh para veteran spesialis kemanan nasional Parta Republik dan bahasanya luar biasa keras. "Tak satu pun dari kita akan memilih Donald Trump," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/8/2016).

"Dari perspektif kebijakan luar negeri, Donald Trump tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden dan panglima tertinggi. Memang, kami yakin bahwa ia akan menjadi presiden berbahaya dan akan membahayakan keamanan nasional negara kita dan kesejahteraan," kata pernyataan itu, yang pertama kali dilaporkan di New York Times.

Pernyataan itu mengatakan banyak orang Amerika frustrasi dengan kegagalan pemerintah untuk memecahkan masalah domestik dan internasional. "Tapi Donald Trump bukanlah jawaban untuk tantangan yang menakutkan Amerika dan pemilihan penting ini. Kami yakin bahwa di Oval Office, dia akan menjadi Presiden yang paling sembrono dalam sejarah Amerika," kata pernyataan itu.

Menanggapi hal ini, Trump mengatakan bahwa mereka yang membuat pernyataan itu adalah sekelompok elit Washington yang gagal dan pantas disalahkan karena telah membuat dunia menjadi tempat yang berbahaya.

"Orang ini - bersama dengan Hillary Clinton - adalah pemilik dari keputusan bencana untuk menyerang Irak, memungkinkan Amerika untuk mati di Benghazi, dan mereka adalah orang-orang yang membiarkan munculnya ISIS," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
32 menit yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
1 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
1 jam yang lalu
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
3 jam yang lalu
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
3 jam yang lalu
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved