Suciati Masih Menanti Gaji Tertunggak 9 Bulan

Minggu, 07 Agustus 2016 - 21:12 WIB
Suciati Masih Menanti...
Suciati Masih Menanti Gaji Tertunggak 9 Bulan
A A A
SOLO - Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, Suciati memiliki kisah pilu selama bekerja di Negeri kaya minyak itu. Ia harus merasakan hidup di balik jeruji besi selama 9 bulan, karena dituding membunuh pasien yang dijaganya.

Suciati bekerja di sebuah rumah sakit jiwa di Riyadh. Selama tiga tahun bekerja di sana, ia mengaku mengurusi seorang anak yang memiliki masalah keterbelakangan mental. Anak itu kemudian diketahui tewas, dan Suciati dituding berada di balik tewasnya anak tersebut.

"Saya dituduh melakukan pembunuhan, padahal saya tidak melakukan tindakan apa-apa. Ayah dan ibu anak itu sudah terima kalau anaknya meninggal dunia, tapi kakak anak itu tidak bisa menerima," kata Suciati saat melakukan konferensi video dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Minggu (7/8).

"Saya kemudian dimasukan ke penjara selam tiga minggu. Di sana suasanya pengap, tidak ada wc, tidak ada ac. Tiga bulan kemudian saya dipanggil untuk disidang. Dokter dan supervisor membela saya dan menyatakan kalau saya tidak bersalah," ucapnya.

Dia menuturkan, pihak pengadilan dan keluarga korban terus mendesak dirinya untuk mengaku bersalah. Namun, karena merasa tidak bersalah, Suciati tidak takut dengan tekanan yang diberikan dan tetap teguh pada keyakinanya.

"Saya disuruh mengaku membunuh anak tersebut, tapi saya tidak mau. Sebab, saya tidak bersalah. Saya total dipenjara selama sembilan bulan dan selama dipenjara saya tidak digaji, hanya diberi makan," tukasnya.

Beberapa bulan kemudian, dirinya kembali lagi dipanggil untuk menjalani persidangan. Dalam persidangan kedua diputuskan bawha Suciati tidak bersalah, dan akan segera dibebaskan.

Suciati akhirnya dibebaskan dan kembali ke tanah air pada bulan Desember tahun lalu. "Saya pulang dengan tiket yang dibelikan majikan, tapi saya tidak dibekali uang sepersenpun," ucapnya.

Wanita setengah baya itu berharap pemerintah bisa mengurusi hak-hak yang harus didapatkan, yakni gaji dia selama sembilan bulan terakhir, dan uang pesangon yang harusnya dia dapatkan.
(esn)
Berita Terkait
Kerajaan Arab Saudi...
Kerajaan Arab Saudi Berikan Izin Penerbangan Langsung kepada Indonesia
Cerita Sepasang Merpati...
Cerita Sepasang Merpati Asal Jamaah Haji Indonesia di Balik Banyaknya Burung Dara di Mekah dan Madinah
Mengintip Persiapan...
Mengintip Persiapan Timnas Arab Saudi
Berkah Ramadhan, Indonesia...
Berkah Ramadhan, Indonesia Terima 1 Ton Kurma dan 3.000 Al-Quran dari Saudi
Menlu Retno Serah Terimakan...
Menlu Retno Serah Terimakan Etty Kepada Pihak Keluarga
Arab Saudi Kembali Sumbang...
Arab Saudi Kembali Sumbang 100 Ton Kurma untuk Indonesia
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
17 menit yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
1 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
3 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
4 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
5 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved