Pemimpin Senior Separatis Ukraina Terluka Akibat Terkena Ledakan
Minggu, 07 Agustus 2016 - 02:22 WIB
Pemimpin Senior Separatis Ukraina Terluka Akibat Terkena Ledakan
A
A
A
KIEV - KIEV - Pemimpin kelompok separatis yang mengendalikan wilayah Luhansk di Ukraina Timur terluka akibat ledakan di dekat mobilnya. Pejabat daerah mengatakan persitiwa itu merupakan upaya pembunuhan.
Igor Plotnitsky, yang memproklamirkan dirinya sebagai Ketua Republik Rakyat Luhansk, terluka akibat pecahan peluru dalam ledakan itu seperti dikatakan oleh sumber di rumah sakit tempat ia dirawat seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/8/2016).
Menurut Luhansk Information Centre, kejadian itu tidak membahayakan nyawanya. "Hari ini pukul 7:50 telah terjadi upaya pembunuhan terhadap kepala LNR. Fakta dari tempat kejadian berbicara bahwa fakta itu adalah tindakan terorisme," kata pejabat daerah Sergei Kozlov mengatakan kepada Luhansk Information Centre.
Insiden ini sejalan dengan meningkatnya aksi kekerasan di Ukraina timur, dimana kelompok separatis pro Rusia memerangi pasukan pemerintah Kiev meskipun ditengahi oleh gencatan senjata.
Terkait hal ini, seorang juru bicara pemerintahan presiden Ukraina mengatakan Kiev tidak ada hubungannya dengan insiden ledakan itu. "Ukraina tidak terlibat dalam usaha pembunuhan ini, karena hal itu benar-benar tanpa logika dan tidak memecahkan satu pertanyaan," kata Oleksandr Motuzyanik dalam konferensi pers sembari menambahkan bisa jadi insiden itu adalah hasil dari perebutan kekuasaan lokal.
Igor Plotnitsky, yang memproklamirkan dirinya sebagai Ketua Republik Rakyat Luhansk, terluka akibat pecahan peluru dalam ledakan itu seperti dikatakan oleh sumber di rumah sakit tempat ia dirawat seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7/8/2016).
Menurut Luhansk Information Centre, kejadian itu tidak membahayakan nyawanya. "Hari ini pukul 7:50 telah terjadi upaya pembunuhan terhadap kepala LNR. Fakta dari tempat kejadian berbicara bahwa fakta itu adalah tindakan terorisme," kata pejabat daerah Sergei Kozlov mengatakan kepada Luhansk Information Centre.
Insiden ini sejalan dengan meningkatnya aksi kekerasan di Ukraina timur, dimana kelompok separatis pro Rusia memerangi pasukan pemerintah Kiev meskipun ditengahi oleh gencatan senjata.
Terkait hal ini, seorang juru bicara pemerintahan presiden Ukraina mengatakan Kiev tidak ada hubungannya dengan insiden ledakan itu. "Ukraina tidak terlibat dalam usaha pembunuhan ini, karena hal itu benar-benar tanpa logika dan tidak memecahkan satu pertanyaan," kata Oleksandr Motuzyanik dalam konferensi pers sembari menambahkan bisa jadi insiden itu adalah hasil dari perebutan kekuasaan lokal.
(ian)