Obama: Tidak Ada Tempat Sembunyi bagi Pemimpin ISIS
Jum'at, 05 Agustus 2016 - 06:29 WIB
Obama: Tidak Ada Tempat Sembunyi bagi Pemimpin ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan ISIS telah merubah taktik perang mereka. Saat ini mereka melakukan serangan terhadap wisatawan di kota-kota seluruh dunia karena kehilangan wilayah di Irak dan Suriah.
Hal itu diungkapkan oleh Obama saat bertemu dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas kemajuan perang terhadap ISIS di Pentagon. "Tidak ada tempat bersembunyi yang aman untuk pemimpin ISIS dan kita akan terus mengejar mereka," kata Obama seperti dikutip dari USA Today, Jumat (5/8/2016).
Obama juga mengatakan bahwa ancaman serangan ISIS di AS masih terus terjadi karenanya para pejabat intelijen dan penegak hukum terus bekerja sepanjang waktu. "Saya pikir itu adalah sesuatu yang serius. Kami menganggapnya serius," katanya.
Meski begitu, saat ini ISIS memfokuskan serangannya dengan senjata-senjata ringan atau bahkan sebuah truk seperti yang terjadi di Nice, Prancis. Mereka sadar gaya serangan teroris seperti 11 September sangat menyita perhatian. "Kemungkinan pelakunya adalah aktor tunggal atau sel kecil yang membunuh orang adalah ancaman nyata," kata Obama.
Pernyataan Obama ini muncul pada hari ketiga kampanye pengeboman terhadap ISIS di Libya, di mana pesawat tempur AS membombardir militan kelompok ekstrimis itu. Serangan di Libya adalah sinyal semakin meluasnya perang terhadap ISIS.
Hal itu diungkapkan oleh Obama saat bertemu dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas kemajuan perang terhadap ISIS di Pentagon. "Tidak ada tempat bersembunyi yang aman untuk pemimpin ISIS dan kita akan terus mengejar mereka," kata Obama seperti dikutip dari USA Today, Jumat (5/8/2016).
Obama juga mengatakan bahwa ancaman serangan ISIS di AS masih terus terjadi karenanya para pejabat intelijen dan penegak hukum terus bekerja sepanjang waktu. "Saya pikir itu adalah sesuatu yang serius. Kami menganggapnya serius," katanya.
Meski begitu, saat ini ISIS memfokuskan serangannya dengan senjata-senjata ringan atau bahkan sebuah truk seperti yang terjadi di Nice, Prancis. Mereka sadar gaya serangan teroris seperti 11 September sangat menyita perhatian. "Kemungkinan pelakunya adalah aktor tunggal atau sel kecil yang membunuh orang adalah ancaman nyata," kata Obama.
Pernyataan Obama ini muncul pada hari ketiga kampanye pengeboman terhadap ISIS di Libya, di mana pesawat tempur AS membombardir militan kelompok ekstrimis itu. Serangan di Libya adalah sinyal semakin meluasnya perang terhadap ISIS.
(ian)