Hillary Sebut Rusia di Balik Serangan Cyber Terhadap DNC
Minggu, 31 Juli 2016 - 22:57 WIB
Hillary Sebut Rusia di Balik Serangan Cyber Terhadap DNC
A
A
A
WASHINGTON - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Demokrat, Hillary Clinton yakin, intelijen Rusia berada di balik serangan cyber terhadap Komite Nasional Demokrat (DNC). Serangan cyber itu mengakibatkan hilangnya puluhan ribu surat elektronik di pusat data DNC.
"Kita tahu bahwa layanan intelijen Rusia menyusup ke DNC dan kita tahu bahwa mereka telah mengatur untuk merilis banyak surat elektronik yang telah mereka curi," kata Hillary dalam wawancara dengan media setempat, seperti dilansir Reuters pada Minggu (31/7).
Sebelumnya, intelijen AS juga memiliki "keyakinan tinggi" bahwa pemerintah Rusia berada di belakang bocornya puluhan ribu email DNC.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin sejatinya membantah kecurigaan AS terkait keterlibatan Moskow dalam skandal email Partai Demokrat. Ia bahkan mengaku terkejut dengan tudingan Obama tersebut.
Sementara itu, Hillary di kesempatan yang sama melemparkan serangan terhadap saingannya, yakni Donald Trump. Hillary menyatakan sangat menyayangkan sikap Trump yang terur-menerus memberikan dukungan kepada Presden Rusia Vladimir Putin.
Donald Trump telah menunjukkan kesediaan yang sangat mengganggu untuk melindungi Putin, untuk mendukung Putin," pungkas istri dari Bill Clinton tersebut.
"Kita tahu bahwa layanan intelijen Rusia menyusup ke DNC dan kita tahu bahwa mereka telah mengatur untuk merilis banyak surat elektronik yang telah mereka curi," kata Hillary dalam wawancara dengan media setempat, seperti dilansir Reuters pada Minggu (31/7).
Sebelumnya, intelijen AS juga memiliki "keyakinan tinggi" bahwa pemerintah Rusia berada di belakang bocornya puluhan ribu email DNC.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin sejatinya membantah kecurigaan AS terkait keterlibatan Moskow dalam skandal email Partai Demokrat. Ia bahkan mengaku terkejut dengan tudingan Obama tersebut.
Sementara itu, Hillary di kesempatan yang sama melemparkan serangan terhadap saingannya, yakni Donald Trump. Hillary menyatakan sangat menyayangkan sikap Trump yang terur-menerus memberikan dukungan kepada Presden Rusia Vladimir Putin.
Donald Trump telah menunjukkan kesediaan yang sangat mengganggu untuk melindungi Putin, untuk mendukung Putin," pungkas istri dari Bill Clinton tersebut.
(esn)