Menteri Pariwisata Thailand Ingin Lenyapkan Wisata Seks

Minggu, 17 Juli 2016 - 13:29 WIB
Menteri Pariwisata Thailand...
Menteri Pariwisata Thailand Ingin Lenyapkan Wisata Seks
A A A
BANGKOK - Menteri Pariwisata Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul, mengancam akan melenyapkan wisata seks yang telah menjadi “industri” di negara tersebut. Bangkok dan sekitarnya akan dibersihkan dari rumah-rumah bordil yang selama ini dikenal sebagai wadah wisata syahwat.

Namun, para pekerja di “industri seks” ragu dengan rencana sang menteri. Sebab, layanan seks komersial telah membantu ekonomi Thailand yang mengalami resesi pada tahun 2014.

Prostitusi sejatinya ilegal di Thailand. Namun, militer dan kepolisian terkesan menutup mata terhadap “industri seks” yang beroperasi di bar, panti pijat dan rumah-rumah bordil di berbagai kawasan pantai di Thailand.

Menteri Wattanavrangkul meremehkan anggapan peran “industri seks” sebagai pemikat wisatawan di Thailand.

”Wisatawan tidak datang ke Thailand untuk hal seperti itu. Mereka datang ke sini untuk budaya kita yang indah,” kata Kobkarn Wattanavrangkul kepada Reuters, yang dilansir Minggu (17/7/2016).

”Kami ingin Thailand menjadi (lokasi) pariwisata yang berkualitas. Kami ingin industri seks hilang,” katanya lagi.

Selain para pekerja di bidang prostirusi, para ahli juga ragu dengan rencana menghilangkan wisata asusila di Thailand. Sebab, industri itu sudah mengakar dan menjadi pemasukan yang tak terhitung bagi para pejabat dan polisi.

Mereka menilai rencana menteri pariwisata Thailand itu tidak realistis. Keraguan itu salah satunya disampaikan oleh Panomporn Utaisri, Direktur dari NightLight, sebuah kelompok non-profit yang membantu perempuan yang bekerja di industri seks untuk mencari alternatif pekerjaan.

”Tidak ada menyangkal industri ini menghasilkan banyak pendapatan,” kata Panomporn.

Tidak ada perkiraan berapa pendapatan yang disumbangkan dari wisata seks untuk ekonomi Thailand. Namun, menurut laporan UNAIDS 2014, ada sekitar 123.530 pekerja seks di Thailand. Jumlah itu lebih banyak dari pekerja seks di Kamboja, yakni 37.000 orang.

Bulan lalu, polisi menggerebek puluhan rumah bordil di kota-kota besar di Thailand yang diklaim sebagai operasi rutin. Polisi mengatakan bahwa operasi itu untuk mengadili pihak yang mempekerjakan buruh migran ilegal dan anak di bawah umur.

Polisi telah menegaskan razia yang dilakukan tidak ada hubungannya dengan rencana menteri pariwisata untuk menghilangkan wisata seks di Thailand.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
59 menit yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
1 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
2 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
4 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
5 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved