Indonesia Tolak Keberadaan Gerakan Separatis di MSG

Jum'at, 17 Juni 2016 - 19:45 WIB
Indonesia Tolak Keberadaan...
Indonesia Tolak Keberadaan Gerakan Separatis di MSG
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menolak keras United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sebagai bagian dari Melanesian Spearhead Group (MSG). Di mata pemerintah Indonesia, UMLWP adalah gerakan separatis, sehingga tidak pantas untuk masuk ke dalam organisasi internasional.

Kelompok yang digawangi oleh Beny Wenda itu saat ini tengah berusaha untuk menaikan statusnya, dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh. Upaya tersebut dinilai bertentangan dengan perjanjian pendirian MSG tahun 2007, yang secara tegas menghormati prinsip kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri.

"Suatu kelompok yang menamakan dirinya UMLWP tidak lain dan tidak bukan merupakan gerakan separatis di dalam suatu negara berdaulat. Gerakan tersebut tidak memiliki legitimasi dan bukan wakil masyarakat Papua," ujar Desra Percaya, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Ketua Delegasi Indonesia pada pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri MSG yang berlangsung di Lautoka, Fiji.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Jumat (17/6), MSG telah mengurungkan niatnya untuk menerima UMLWP sebagai anggota mereka. Ini terjadi, setelah adanya pembahasan internal diantara anggota dan lobi intensif delegasi Indonesia.

"Dalam kaitan ini, MSG hanya mencatat aplikasi tersebut dan membentuk Komite untuk membahas kriteria keanggotaan. Hal ini dikaitkan pula dengan adanya keinginan dari anggota MSG agar Indonesia menjadi anggota penuh MSG," kata Kemenlu dalam siaran persnya.

Dalam pernyataannya, Desra juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memajukan kemitraan serta langkah praktis dalam merealisasikannya, khususnya untuk mendorong pencapaian tujuan MSG yaitu pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik dan keamanan di sub-kawasan Melanesia.

Pada akhir pernyataan, Ketua Delegasi Indonesia juga mengundang negara anggota MSG untuk hadir pada Bali Democracy Forum yang akan membahas penguatan kapasitas demokrasi antar negara, tanggal 8 - 9 Desember 2016.

Di sela-sela pertemuan, Desra juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Fiji, Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Ketua Delegasi Papua Nugini dan Dirjen Sekretariat MSG. Semuanya menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran dan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan MSG, serta dukungan tegas atas prinsip kedaulatan Indonesia.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 menit yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
1 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
2 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
3 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved