Kaum Gay Dilarang Donor Darah untuk Korban Penembakan di Orlando

Senin, 13 Juni 2016 - 16:02 WIB
Kaum Gay Dilarang Donor...
Kaum Gay Dilarang Donor Darah untuk Korban Penembakan di Orlando
A A A
ORLANDO - Para kaum gay dan biseksual ditolak untuk mendonorkan darah bagi korban luka dalam penembakan massal di klub malam Pulse di Orlando, Amerika Serikat (AS). Penolakan sumbangan darah oleh klinik di Orlando itu untuk mencegah penularan HIV/AIDS.

Penolakan donor darah dari kaum gay itu sesuai aturan kesehatan federal AS, di mana donor darah tidak dapat diterima dari pria gay maupun biseksual yang telah melakukan hubungan seks dengan lelaki.

Aturan itu dikeluarkan pada akhir 2015 oleh pihk Food and Drug Administration (FDA), dan sejalan dengan peraturan di Inggris, Brasil, Australia dan Jepang.

Laporan media di AS menyebut jaringan donor darah OneBlood—yang memasok darah untuk sekitar 200 rumah sakit di Florida, Georgia, South Carolina dan Alabama—mengabaikan pedoman itu demi membantu sekitar 53 korban luka dalam serangan di Orlando.

Namun, pihak OneBlood melalui Twitter mengkonfirmasi bahwa mereka masih mengikuti aturan FDA.

“Semua pedoman FDA tetap berlaku untuk donor darah. Ada laporan palsu yang beredar bahwa aturan FDA dicabut. Itu tidak benar,” tulis pihak OneBlood melalui akun Twitter-nya, @my1blood.

Larangan donor darah bagi kaum gay itu memicu kritik, karena hanya berdasarkan orientasi seksual.

”Kebijakan ini akan mencegah orang donor darah yang menyelamatkan jiwa, hanya didasarkan pada orientasi seksual mereka daripada risiko yang sebenarnya untuk suplai darah,” kata David Stacey, Direktur Kampanye Hak Asasi Manusia kepada ABC.

Beberapa pria gay dan biseksual juga memohon untuk dibiarkan menyumbangkan darah mereka bagi korban luka akibat penembakan massal di Orlando.

Pembantaian massal di klub malam Pulse menewaskan 50 orang, termasuk pelakunya, Omar Mateen, 29, pria AS keturunan Afghanistan. Selain itu, sebanyak 53 orang lainnya terluka.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
16 menit yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
44 menit yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
1 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
4 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
5 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved