Pasca Serangan Bersenjata, Israel Tambah Pasukan di Tepi Barat
Kamis, 09 Juni 2016 - 22:48 WIB
Pasca Serangan Bersenjata, Israel Tambah Pasukan di Tepi Barat
A
A
A
YERUSALEM - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berencana untuk menyebarkan dua batalion tambahan ke Tepi Barat. Langkah ini diambil setelah serangan bersenjata di Tel Aviv yang menewaskan 4 orang.
Menurut surat kabar The Jerusalem Post, keputusan itu diumumkan oleh militer Israel sehari setelah aksi penembakan mematikan di sebuah pasar terbuka yang populer di pusat kota Tel Aviv, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (9/6/2016).
Pada Rabu malam, dua orang Palestina bersenjata dari wilayah Hebron melepaskan tembakan di dekat pasar Sarona, Tel Aviv. Pasar tersebut terletak di luar bangunan Departemen Pertahanan dan Staf Jenderal Angkatan Darat Israel. Para penyerang menewaskan empat orang dan melukai 9 orang lainnya.
Menanggapi serangan itu, pemerintah Israel telah dicabut 83.000 izin warga Palestina untuk melakukan perjalanan mengunjungi Israel dan bepergian ke luar negeri selama bulan suci Ramadhan.
Israel juga memberlakukan penutupan di desa Palestina Yatta yang ada di Tepi Barat selatan, semalam. Desa tersebut adalah desa asal para penyerang. Kementerian Pertahanan juga mengatakan akan membekukan izin kerja dari 204 anggota keluarga pelaku.
Menurut surat kabar The Jerusalem Post, keputusan itu diumumkan oleh militer Israel sehari setelah aksi penembakan mematikan di sebuah pasar terbuka yang populer di pusat kota Tel Aviv, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (9/6/2016).
Pada Rabu malam, dua orang Palestina bersenjata dari wilayah Hebron melepaskan tembakan di dekat pasar Sarona, Tel Aviv. Pasar tersebut terletak di luar bangunan Departemen Pertahanan dan Staf Jenderal Angkatan Darat Israel. Para penyerang menewaskan empat orang dan melukai 9 orang lainnya.
Menanggapi serangan itu, pemerintah Israel telah dicabut 83.000 izin warga Palestina untuk melakukan perjalanan mengunjungi Israel dan bepergian ke luar negeri selama bulan suci Ramadhan.
Israel juga memberlakukan penutupan di desa Palestina Yatta yang ada di Tepi Barat selatan, semalam. Desa tersebut adalah desa asal para penyerang. Kementerian Pertahanan juga mengatakan akan membekukan izin kerja dari 204 anggota keluarga pelaku.
(ian)