Rusia Siap Respon Keberadaan Pasukan NATO di Perbatasan
Sabtu, 21 Mei 2016 - 22:12 WIB
Rusia Siap Respon Keberadaan Pasukan NATO di Perbatasan
A
A
A
BRUSSELS - Utusan Rusia untuk NATO, Alexander Grushko mengatakan, pihaknya akan menjadikan konfigurasi pasukan NATO di wilayah perbatasan sebagai bahan pertimbangan dan akan mengatasi setiap risiko keamanan baru yang ditimbulkan dari perubahan situasi.
"Jika kita berbicara tentang hari ini, saya hanya dapat mengulangi bahwa di dalam NATO harus ada review kualitatif hubungan dengan Rusia, penolakan setiap usaha untuk menahan diri, berusaha memproyeksikan kekuatan militer ke kami menggunakan rotasi konstan, latihan tak ada habisnya, penciptaan anggota tambahan, dan posisi fasilitas pertahanan rudal di sepanjang perbatasan kami, meningkatkan tingkat aktivitas militer di Laut Baltik dan di Laut Hitam," tutur Grushko.
Utusan Rusia ini pun menegaskan bahwa Rusia juga akan mempertimbangkan perencanaan militer baru NATO di Eropa, seperti dikutip dari laman Sputnik, Sabtu (21/5/2016).
"Semua prajurit, termasuk orang-orang dari NATO, memahami dengan baik bahwa realitas baru yang diciptakan oleh perencanaan NATO baru akan diperhitungkan oleh kami (Rusia)," katanya
"Dan pada bagian kami semua tindakan teknis militer yang diperlukan akan dibawa untuk membatasi risiko yang berkaitan dengan konfigurasi baru dari kekuatan yang telah muncul di perbatasan kita," imbuhnya.
NATO telah meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur sejak Crimea bergabung dengan Rusia pada Maret 2014 pasca melakukan referendum. Namun pihak Barat menolak mengakuinya dan menyalahkan Moskow karena melanggar integritas teritorial Ukraina. Namun Rusia membantah hal itu dan menyatakan aktifitas di dekat perbatasan merusak stabilitas regional dan internasional.
"Jika kita berbicara tentang hari ini, saya hanya dapat mengulangi bahwa di dalam NATO harus ada review kualitatif hubungan dengan Rusia, penolakan setiap usaha untuk menahan diri, berusaha memproyeksikan kekuatan militer ke kami menggunakan rotasi konstan, latihan tak ada habisnya, penciptaan anggota tambahan, dan posisi fasilitas pertahanan rudal di sepanjang perbatasan kami, meningkatkan tingkat aktivitas militer di Laut Baltik dan di Laut Hitam," tutur Grushko.
Utusan Rusia ini pun menegaskan bahwa Rusia juga akan mempertimbangkan perencanaan militer baru NATO di Eropa, seperti dikutip dari laman Sputnik, Sabtu (21/5/2016).
"Semua prajurit, termasuk orang-orang dari NATO, memahami dengan baik bahwa realitas baru yang diciptakan oleh perencanaan NATO baru akan diperhitungkan oleh kami (Rusia)," katanya
"Dan pada bagian kami semua tindakan teknis militer yang diperlukan akan dibawa untuk membatasi risiko yang berkaitan dengan konfigurasi baru dari kekuatan yang telah muncul di perbatasan kita," imbuhnya.
NATO telah meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur sejak Crimea bergabung dengan Rusia pada Maret 2014 pasca melakukan referendum. Namun pihak Barat menolak mengakuinya dan menyalahkan Moskow karena melanggar integritas teritorial Ukraina. Namun Rusia membantah hal itu dan menyatakan aktifitas di dekat perbatasan merusak stabilitas regional dan internasional.
(ian)