Eks Pelayan Donald Trump Minta Presiden Obama Dibunuh

Jum'at, 13 Mei 2016 - 08:44 WIB
Eks Pelayan Donald Trump...
Eks Pelayan Donald Trump Minta Presiden Obama Dibunuh
A A A
WASHINGTON - Mantan kepala pelayan kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bernama Anthony Senecal membuat heboh setelah mem-posting status di Facebook yang meminta agar Presiden Barack Obama dibunuh.

Senecal, 84, yang pernah bekerja untuk Trump selama 17 tahun menyebut Obama sebagai “pengkhianat” asal Kenya. Dalam posting-an di Facebook hari Rabu, dia menyerukan agar Obama digantung.

“Obama seharusnya diambil dengan tembakan militer dan (dia) sebagai agen musuh dalam masa jabatan pertamanya,” bunyi status Facebook Senecal yang dikutip Mother Jones.

Senecal saat dihubungi CNN, hari Kamis, menegaskan bahwa memang dia yang menulis posting-an di Facebook itu.”Saya pikir saya mengatakan (agar) digantung,” ujarnya.

”Bagaimanapun, saya tidak peduli. Gantung, tembak. Saya lebih suka dia digantung di serambi Gedung Putih, atau seperti yang saya sebut itu; masjid putih,” lanjut Senecal dalam sebuah wawancara telepon.

”Apakah itu terdengar seperti saya sudah gila? Karena saya tidak,” katanya yang meyakinkan bahwa dia masih waras.”Saya hanya muak dengan dia (Obama).”

Senecal juga menulis di Facebook bahwa Obama seorang Muslim yang jadi ancaman bagi AS. Dia menegaskan, seruan iu merupakan ide dirinya. ”Tidak ada hubungannya dengan Trump,” katanya.

Sementara itu, pihak Donald Trump juga membantah terkait seruan pembunuhan mengerikan yang dilontarkan Senecal.

”Tony Senecal belum bekerja di Mar-a-Lago selama bertahun-tahun, namun demikian kita benar-benar dan benar-benar mengingkari pernyataan mengerikan dibuat oleh dia mengenai Presiden (Obama)," kata juru bicara kampanye Hope Hicks.

Adanya ancaman terhadap Presiden Obama, pihak Secret Service langsung melakukan penyelidikan.

“Secret Service AS menyadari hal ini dan akan melakukan penyelidikan yang tepat,” tulis juru bicara agen Secret Service; Robert Hoback dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
51 menit yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
4 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
7 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
8 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved