Lawan Budaya Barat, Kim Jong-un Larang Celana Jeans dan Tindikan

Senin, 18 April 2016 - 10:21 WIB
Lawan Budaya Barat,...
Lawan Budaya Barat, Kim Jong-un Larang Celana Jeans dan Tindikan
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) melarang warganya mengenakan celana jeans dan tindikan. Larangan itu sebagai upaya Kim Jong-un melawan budaya barat.


Gaya rambut Barat juga dilarang di Korut. Jika ada warga yang nekat berdandan ala Barat, maka akan dikenai tindakn keras.


Menurut laporan Asia Press, Korut menempatkan kontrol ketat menjelang Kongres ke-7 dari Partai Buruh pada bulan Mei. Tindakan keras itu diberlakukan terutama di Provinsi Hamgyong Utara dan Provinsi Yanggang yang dekat dengan China.


Warga di dua provinsi itu dianggap memiliki akses yang relatif lebih mudah untuk mendapatkan informasi dari dunia luar, termasuk mode dan gaya rambut Barat. Korut juga sudah memaksa warganya meniru gaya rambut Spartan Sosialis yang panjangny tidak lebih dari tiga atau empat inci.


Aturan terbaru untuk melawan budaya Barat di Korut telah ditemukan oleh wartawan di Rimjin-Gang, sebuah situs berita Korut yang didukung oleh Asia Press. Menurut laporan media itu, kontrol ketat terhadap budaya Barat itu merupakan bagian dari upaya rezim Kim Jong-un untuk memberantas kapitalisme dari masyarakat.


Sebaliknya, bagi warga yang terbukti bersalah karena berperilaku anti-sosialis akan dikirim ke kamp kerja paksa.


Semakin banyak orang Korut yang tergila-gila dengan budaya Barat, kata Ishimaru Jiro, seorang reporter Jepang yang bekerja dengan jurnalis warga di Korut, seperti dikutip IB Times, semalam (17/4/2016). ”Tindakan keras akan berlanjut sampai akhir pertemuan mendatang (Kongres ke-7 Partai Buruh).”


Untuk menegakkan aturan itu, ada “unit inspeksi” yang terdiri dari anak-anak muda yang muncul di jalan-jalan mencari orang-orang yang berani mengenakan busana dengan gaya baru. ”Mereka menargetkan (mode) yang cenderung kapitalis seperti soal panjang dari rok, bentuk sepatu, T-shirt, gaya rambut dan pakaian,” tulis Rimjin-Gang.


Warga yang boleh mendaftar menjadi anggota “unit inspeksi” ini usianya harus mencapai 15 tahun. Tugas mereka adalah mencegah apa yang disebut sebagai "korupsi moral publik".
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
1 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
3 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
3 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
4 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
5 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved