Trump Sebut NATO Tak Ubahnya Barang Usang
Sabtu, 16 April 2016 - 21:50 WIB
Trump Sebut NATO Tak Ubahnya Barang Usang
A
A
A
WASHINGTON - Kandidat calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump mengatakan, Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO sudah usang dan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan dana terlalu banyak untuk mempertahankan aliansinya itu.
"NATO sudang usang dan AS membayar terlalu banyak (untuk mempertahankan NATO)," kata Trump dalam kampanyenya di Hartford, ibukota Connecticut seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Trump berpendapat bahwa posisi AS di NATO, yang telah bertahan lebih lama daripada Perang Dingin, dikarenakan organisasi itu dibentuk oleh AS dan sistem politik yang korup dan curang.
"Saya adalah hasil pembentukan. Sekarang saya mungkin adalah seseorang yang anti dari pembentukan yang Tuhan pernah ciptakan. Ekonomi dicurangi, bank-bank dicurangi oleh kesepakatan yang curang, orang-orang. Ini adalah sistem yang buruk dan sistem yang berbahaya karenanya orang-orang menjadi marah terhadap apa yang terjadi," kata Trump di hadapan 10.000 pendukungnya.
Dalam kesempatan itu, Trum juga mengejek kandidat terkuat calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton sebagai 'Joker' yang tidak tahu tentang perdagangan dan bisnis kecuali, ia mengklaim, menempatkan uang di rekening sendiri.
"NATO sudang usang dan AS membayar terlalu banyak (untuk mempertahankan NATO)," kata Trump dalam kampanyenya di Hartford, ibukota Connecticut seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Trump berpendapat bahwa posisi AS di NATO, yang telah bertahan lebih lama daripada Perang Dingin, dikarenakan organisasi itu dibentuk oleh AS dan sistem politik yang korup dan curang.
"Saya adalah hasil pembentukan. Sekarang saya mungkin adalah seseorang yang anti dari pembentukan yang Tuhan pernah ciptakan. Ekonomi dicurangi, bank-bank dicurangi oleh kesepakatan yang curang, orang-orang. Ini adalah sistem yang buruk dan sistem yang berbahaya karenanya orang-orang menjadi marah terhadap apa yang terjadi," kata Trump di hadapan 10.000 pendukungnya.
Dalam kesempatan itu, Trum juga mengejek kandidat terkuat calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton sebagai 'Joker' yang tidak tahu tentang perdagangan dan bisnis kecuali, ia mengklaim, menempatkan uang di rekening sendiri.
(ian)