Komentar Bisa Penjarakan Nabi Muhammad, Menteri Mesir Dipecat

Senin, 14 Maret 2016 - 08:26 WIB
Komentar Bisa Penjarakan...
Komentar Bisa Penjarakan Nabi Muhammad, Menteri Mesir Dipecat
A A A
KAIRO - Perdana Menteri (PM) Mesir, Sharif Ismail, memecat Menteri Kehakiman, Ahmed Al-Zind. Musbabnya, menteri itu berkomentar bahwa dia bisa memenjarakan siapa pun termasuk Nabi Muhammad.

Komentar yang memicu kemarahan publik Mesir itu muncul dalam wawancarnya di channel Sada al-Balad, pada Jumat, 11 Maret 2016.

Semula Al-Zind membahas tindakan jika nama baiknya dicemarkan oleh wartawan. Ketika ditanya apakah dia akan memenjarakan wartawan, dia menjawab bahwa dia akan memenjarakan siapa pun,”bahkan jika itu seorang nabi pembawa damai dan berkah Tuhan”.

Publik Mesir menyimpulkan sosok nabi yang disebut dalam komentar menteri itu adalah Nabi Muhammad.

Menyadari komentarnya memicu kontroversi, dia berhenti sejenak dan berucap; ”Saya minta pengampunan dari Tuhan”.”Setiap pelaku kesalahan, apapun identitasnya bahkan hakim akan dipenjara jika terbukti bersalah,” ujarnya.

Warga Muslim di Mesir terkejut dengan komentar Menteri Al-Zind. Pusat studi Islam Al-Azhar di Kairo pun ikut terusik dan memberikan pernyataan resmi.

Semua orang yang terlibat dalam wacana publik dan media, harus menghormati nama Nabi. Dia seharusnya tidak dikenakan melakukan setiap penghinaan bahkan jika itu tidak disengaja,” bunyi pernyataan Al-Zahar, seperti dikutip IB Times, Minggu malam (13/3/2016).

Gara-gara komentar kontroversi tulah, pada 13 Maret 2016, Perdana Menteri Sharif Ismail memutuskan untuk memecat Menteri Kehakiman Mesir itu. Menteri Kehakiman Mesir sebelum Al-Zind yakni, Mahfouz Saber, juga dipecat setelah menyiratkan bahwa anak-anak pembersih sampah tidak bisa bercita-cita untuk menjadi hakim.


Perdana Menteri Sharif Ismail memutuskan untuk memberhentikan Menteri Kehakiman Ahmed al-Zind dari jabatannya,” bunyi pernyataan dari Kantor Perdana Menteri.


Al-Zind tidak asing dengan kontroversi. Pada bulan Januari tahun ini, dia menyerukan "pembunuhan massal" terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin. Dia mengatakan kepada stasiun televisi yang sama bahwa ia "tidak akan puas sampai 10.000 anggota Ikhwanul tewas”.
(mas)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
8 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
9 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
10 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
11 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
12 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved