Netanyahu Minta Iran Dihukum Atas Uji Coba Rudal
Minggu, 13 Maret 2016 - 16:48 WIB
Netanyahu Minta Iran Dihukum Atas Uji Coba Rudal
A
A
A
YERUSALEM - Israel menyerukan enam kekuatan dunia untuk mengambil "langkah-langkah hukuman" terhadap Iran. Menurut Israel, hukuman perlu dijatuhkan setelah Iran melakukan peluncuran uji coba rudal balistik pada awal pekan ini.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh bahwa peluncuran itu merupakan pelanggaran kesepakatan nuklir tahun lalu. Dia pun telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi negara-negara P5 + 1. Ia menuntut tindakan hukuman segera dijatuhkan kepada Iran atas pengulangan pelanggaran terkait peluncuran rudal.
Meskipun tidak mengelaborasi pelanggaran yang dimaksud, namun Israel mengatakan langkah-langkah hukuman tersebut adalah sebuah langkah penting dan ujian atas kekuatan pokok dalam menegakkan perjanjian nuklir, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (13/2/2016).
Sebelumnya, pada hari Rabu lalu, Iran melakukan uji coba dengan meluncurkan dua rudal balistik yang mampu menjangkau Israel. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan, uji coba itu dimaksudkan untuk menunjukkan daya tangkal dan kemampuan Iran menghadapi ancaman apapun.
Perjanjian nuklir bersejarah antara Iran dan kelompok P5 + 1 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis, China plus Jerman, ditandatangani pada bulan Juli 2015. Perjanjian itu ditandatangani untuk mengangkat sanksi internasional terhadap Iran, dengan imbalan membatasi dan mengawasi program nuklirnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh bahwa peluncuran itu merupakan pelanggaran kesepakatan nuklir tahun lalu. Dia pun telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi negara-negara P5 + 1. Ia menuntut tindakan hukuman segera dijatuhkan kepada Iran atas pengulangan pelanggaran terkait peluncuran rudal.
Meskipun tidak mengelaborasi pelanggaran yang dimaksud, namun Israel mengatakan langkah-langkah hukuman tersebut adalah sebuah langkah penting dan ujian atas kekuatan pokok dalam menegakkan perjanjian nuklir, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (13/2/2016).
Sebelumnya, pada hari Rabu lalu, Iran melakukan uji coba dengan meluncurkan dua rudal balistik yang mampu menjangkau Israel. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan, uji coba itu dimaksudkan untuk menunjukkan daya tangkal dan kemampuan Iran menghadapi ancaman apapun.
Perjanjian nuklir bersejarah antara Iran dan kelompok P5 + 1 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis, China plus Jerman, ditandatangani pada bulan Juli 2015. Perjanjian itu ditandatangani untuk mengangkat sanksi internasional terhadap Iran, dengan imbalan membatasi dan mengawasi program nuklirnya.
(ian)