Taliban Tolak Hadiri Pembicaraan Damai Afghanistan
Sabtu, 05 Maret 2016 - 22:53 WIB
Taliban Tolak Hadiri Pembicaraan Damai Afghanistan
A
A
A
KABUL - Kelompok militan Taliban sekali lagi menolak tawaran untuk pembicaraan damai dengan mengatakan tidak pada utusan dari Emirat Islam Afghanistan (nama rezim Taliban) yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.
"Baik pemimpin Emirat Islam, Mullah Akhtar Mohammad Mansur, atau siapa pun akan menghadiri pembicaraan, begitu pun dengan dewan kepemimpinan Imarah Islam yang memutuskan untuk melakukannya," bunyi pernyataan kelompok Taliban seperti dilansir Xinhua, Sabtu (5/3/2016).
Pembicaraan empat negara: Afghanistan, Pakistan, Amerika Serikat (AS) dan China dalam konferensi putaran keempat di Kabul baru-baru ini mengumumkan, pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban diharapkan akan diselenggarakan pada minggu pertama bulan Maret di Pakistan.
"Sekali lagi kami ulangi sikap kami, tidak ada utusan untuk melakukan pembicaraan dan sampai pendudukan asing di Afghanistan berakhir, nama pemimpin Taliban dihapus dari daftar hitam dan tahanan Taliban dibebaskan," bunyi pernyataan Taliban.
Pernyataan itu juga memberikan catatan bahwa kantor politik Taliban di Qatar belum diperhitungkan dan koalisi pasukan asing pimpinan AS masih berjuang di Afghanistan dan membunuh warga Afghanistan.
"Baik pemimpin Emirat Islam, Mullah Akhtar Mohammad Mansur, atau siapa pun akan menghadiri pembicaraan, begitu pun dengan dewan kepemimpinan Imarah Islam yang memutuskan untuk melakukannya," bunyi pernyataan kelompok Taliban seperti dilansir Xinhua, Sabtu (5/3/2016).
Pembicaraan empat negara: Afghanistan, Pakistan, Amerika Serikat (AS) dan China dalam konferensi putaran keempat di Kabul baru-baru ini mengumumkan, pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban diharapkan akan diselenggarakan pada minggu pertama bulan Maret di Pakistan.
"Sekali lagi kami ulangi sikap kami, tidak ada utusan untuk melakukan pembicaraan dan sampai pendudukan asing di Afghanistan berakhir, nama pemimpin Taliban dihapus dari daftar hitam dan tahanan Taliban dibebaskan," bunyi pernyataan Taliban.
Pernyataan itu juga memberikan catatan bahwa kantor politik Taliban di Qatar belum diperhitungkan dan koalisi pasukan asing pimpinan AS masih berjuang di Afghanistan dan membunuh warga Afghanistan.
(ian)