WSJ: Uang Lebih dari Rp13 Triliun Masuk Rekening PM Najib

Selasa, 01 Maret 2016 - 16:42 WIB
WSJ: Uang Lebih dari...
WSJ: Uang Lebih dari Rp13 Triliun Masuk Rekening PM Najib
A A A
KUALA LUMPUR - Wall Street Journal (WSJ) mengungkap uang lebih dari USD1 miliar atau lebih dari Rp13 triliun mengalir ke rekening pribadi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak.

Aliran dana mencurigakan itu merupakan laporan terbaru yang mengguncang Pemerintah Malaysia. Sebelumnya, media yang berbasis di AS itu pernah mengungkap aliran uang ke “rekening gendut” PM Najib yang besarnya USD681 juta.

WSJ yang laporannya mengutip sumber-sumber terkait di Malaysia menulis, aliran dana yang lebih besar dari sebelumnya itu merupakan aliran dana pada 2011 dan 2013.

Kejakasaan Agung Malaysia, pernah mengungkapkan aliran dana USD681 juta berasal dari donatur pihak Kerjaaan Arab Saudi. Kejaksaan Agung kala itu juga membersihkan nama PM Najib dari tuduhan korupsi.

Anehnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, menegaskan, pihak keluarga Kerajaan Saudi tidak terkait dengan aliran dana ke rekening PM Najib. Jubeir bahkan memastikan dana itu dari warga pribadi asal Saudi yang kemungkinan besar untuk kepentingan investasi.

Pihak PM Najib, ketika dihubungi The Malaysian Insider, menolak berkomentar atas laporan terbaru dari WSJ. ”Perdana Menteri tidak akan merespon (laporan). Dia saat ini di luar negeri,” kata seorang ajudan Najib yang menolak disebut namanya, Selasa (1/3/2016).

Dalam laporan terbaru itu pula, WSJ, menyatakan, dana sebesar itu berasal dari dana investasi milik lembaga keuangan negara; 1Malaysia Pengembangan Bhd (1MDB). Lembaga keuangan itu telah lama jadi objek penyelidikan lembaga anti-korupsi Malaysia.

Najib tercatat dengan salah satu petinggi di lembaga 1MDB. Lebih lanjut, media AS itu memastikan bahwa para hasil penyelidik akan bertentangan dengan kesimpulan Kejaksaan Agung Malaysia.

Rekening PM Najib dengan jumlah sebesar itu, diduga dana penyimpangan 1MDB yang tersimpan di Amerika Serikat, Swiss, Hong Kong dan Singapura.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
51 menit yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
3 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
5 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
6 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 jam yang lalu
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved