Khamenei Ingin Legislator Iran Tak Mempan Diintimidasi AS
Kamis, 25 Februari 2016 - 17:37 WIB
Khamenei Ingin Legislator Iran Tak Mempan Diintimidasi AS
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Iran menginginkan anggota parlemennya tidak mempan diintimidasi oleh Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu dilontarkan Khamenei dua hari sebelum pemilihan parlemen.
"Masyarakat tidak menginginkan anggota parlemen yang pro pemerintah ataupun parlemen yang anti pemerintah. Tetapi mereka menginginkan parlemen yang berani dan taat akan tugas dan tidak terintimidasi oleh AS," kata Khamenei seperti dikutip dari Daily Times, Kamis (25/2/2016).
Khamenei pun kembali mengingatkan agar para pejabat Iran mewaspadai infiltrasi AS dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Khamenei juga menegaskan tidak akan ada lagi pembicaraan secara langsung lanjutan dan penyesuaian yang lebih luas dengan Washington.
Peringatan ini menyusul kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam kekuatan dunia yang berujung dengan pencabutan sanksi. Meski begitu, AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran terkait uji coba rudal balistiknya beberapa waktu lalu.
Iran akan menggelar pemilu parlemen pada hari Jumat mendatang. Pada hari yang sama, mereka akan memilih Majelis 88-anggota Ahli, komite ulama yang memantau kerja Khamenei dan akan memilih penggantinya jika ia meninggal selama masa delapan tahun.
"Masyarakat tidak menginginkan anggota parlemen yang pro pemerintah ataupun parlemen yang anti pemerintah. Tetapi mereka menginginkan parlemen yang berani dan taat akan tugas dan tidak terintimidasi oleh AS," kata Khamenei seperti dikutip dari Daily Times, Kamis (25/2/2016).
Khamenei pun kembali mengingatkan agar para pejabat Iran mewaspadai infiltrasi AS dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Khamenei juga menegaskan tidak akan ada lagi pembicaraan secara langsung lanjutan dan penyesuaian yang lebih luas dengan Washington.
Peringatan ini menyusul kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam kekuatan dunia yang berujung dengan pencabutan sanksi. Meski begitu, AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran terkait uji coba rudal balistiknya beberapa waktu lalu.
Iran akan menggelar pemilu parlemen pada hari Jumat mendatang. Pada hari yang sama, mereka akan memilih Majelis 88-anggota Ahli, komite ulama yang memantau kerja Khamenei dan akan memilih penggantinya jika ia meninggal selama masa delapan tahun.
(ian)