Serangan AS di Suriah Tewaskan Warga Sipil, Rusia Prihatin
Rabu, 17 Februari 2016 - 21:19 WIB
Serangan AS di Suriah Tewaskan Warga Sipil, Rusia Prihatin
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengaku prihatin dengan munculnya laporan serangan yang dilancarakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Suriah telah menewaskan warga sipil. Tak kurang dari 15 orang warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan itu.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak semua anggota koalisi pimpinan AS untuk melakukan upaya terbaik guna menghindari jatuhnya korban sipil dalam setiap serangan mereka.
"Di tengah berlangsungnya kampanye propaganda anti-Rusia, dimana terus muncul dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional, laporan adanya korban sipil yang diduga disebabkan oleh serangan udara Rusia, kami melihat laporan media tentang tewasnya 15 warga sipil dalam serangan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS di Shaddadi," bunyi pernyataan Kemlu Rusia.
"Hal ini menyebabkan perhatian serius bagi kita. Kami mendesak semua anggota koalisi yang dipimpin AS untuk membuat semua upaya yang diperlukan untuk menghindari korban sipil," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (16/2).
Laporan ini sendiri memang muncul hanya beberapa hari setelah munculnya laporan yang menyebutkan Rusia telah melakukan serangan udara terhadap sebuah sekolah dan dua rumah sakit di Suriah. Sebuah laporan yang dinilai sebagai fitnah belaka oleh Rusia, karena tidak disertai dengan bukti yang kongkrit.
Sementara itu, terkait laporan tewasnya 15 warga sipil, baik AS ataupun pusat komando koalisi sampai saat ini belum memberikan komentar apapun.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak semua anggota koalisi pimpinan AS untuk melakukan upaya terbaik guna menghindari jatuhnya korban sipil dalam setiap serangan mereka.
"Di tengah berlangsungnya kampanye propaganda anti-Rusia, dimana terus muncul dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional, laporan adanya korban sipil yang diduga disebabkan oleh serangan udara Rusia, kami melihat laporan media tentang tewasnya 15 warga sipil dalam serangan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS di Shaddadi," bunyi pernyataan Kemlu Rusia.
"Hal ini menyebabkan perhatian serius bagi kita. Kami mendesak semua anggota koalisi yang dipimpin AS untuk membuat semua upaya yang diperlukan untuk menghindari korban sipil," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (16/2).
Laporan ini sendiri memang muncul hanya beberapa hari setelah munculnya laporan yang menyebutkan Rusia telah melakukan serangan udara terhadap sebuah sekolah dan dua rumah sakit di Suriah. Sebuah laporan yang dinilai sebagai fitnah belaka oleh Rusia, karena tidak disertai dengan bukti yang kongkrit.
Sementara itu, terkait laporan tewasnya 15 warga sipil, baik AS ataupun pusat komando koalisi sampai saat ini belum memberikan komentar apapun.
(esn)