Aniaya Tahanan Palestina, Tentara Israel Dijebloskan ke Bui
Jum'at, 12 Februari 2016 - 22:17 WIB
Aniaya Tahanan Palestina, Tentara Israel Dijebloskan ke Bui
A
A
A
YERUSALEM - Pengadilan militer Israel menjatuhkan hukuman tujuh bulan kurungan badan kepada seorang prajurit. Sang prajurit terbukti melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Palestina yang ditangkap, menyusul pecahnya serangan anti Israel pada bulan Oktober lalu.
"Tentara Israel Defense Force (IDF) terbukti melakukan pelanggaran ekstrem dan mengabaikan kode Perilaku IDF dan mengutuk keras tindakan ini," bunyi pernyataan militer Israel, seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (12/2/2016).
Namun, pihak militer Israel tidak mengungkapkan bentuk pelanggaran yang dilakukan. Namun, situs berita Ynet mengatakan prajurit Israel tersebut diketahui melakukan pemukulan dan menyiksa tahanan Palestina dengan memberikan sengatan listrik.
Siksaan itu dilakukan dalam dua kesempatan yang berbeda.
Insiden pertama terjadi pada bulan Oktober, ketika meletusnya gelombang serangan yang dilakukan oleh warga Palestina. Sedangkan insiden kedua terjadi sekitar satu minggu kemudian, dengan tahanan yang berbeda.
Gelombang kekerasan saat ini masih terjadi di dua negara tersebut. Sedikitnya 26 warga Israel serta 166 warga Palestina telah tewas sejak 1 Oktober lalu.
"Tentara Israel Defense Force (IDF) terbukti melakukan pelanggaran ekstrem dan mengabaikan kode Perilaku IDF dan mengutuk keras tindakan ini," bunyi pernyataan militer Israel, seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (12/2/2016).
Namun, pihak militer Israel tidak mengungkapkan bentuk pelanggaran yang dilakukan. Namun, situs berita Ynet mengatakan prajurit Israel tersebut diketahui melakukan pemukulan dan menyiksa tahanan Palestina dengan memberikan sengatan listrik.
Siksaan itu dilakukan dalam dua kesempatan yang berbeda.
Insiden pertama terjadi pada bulan Oktober, ketika meletusnya gelombang serangan yang dilakukan oleh warga Palestina. Sedangkan insiden kedua terjadi sekitar satu minggu kemudian, dengan tahanan yang berbeda.
Gelombang kekerasan saat ini masih terjadi di dua negara tersebut. Sedikitnya 26 warga Israel serta 166 warga Palestina telah tewas sejak 1 Oktober lalu.
(ian)