Ini Alasan Netanyahu Tolak Solusi Dua Negara
Kamis, 11 Februari 2016 - 19:04 WIB
Ini Alasan Netanyahu Tolak Solusi Dua Negara
A
A
A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Parlemen Israel, bahwa situasi belum tepat untuk solusi dua-negara yang bertujuan mengakhiri konflik Israel-Palestina.
"Saya telah menjelaskan apa yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik antara kami dan Palestina, pengakuan dan demiliterisasi," kata Netanyahu, menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Israel seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (11/2/2016).
Dia mengatakan, Palestina harus mengakui hak Israel untuk eksis sebagai negara Yahudi dan negara Palestina harus demiliterisasi. Ia menekankan bahwa hal itu bukanlah prasyarat melainkan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam hasil pembicaraan damai.
Perdana menteri Israel ini juga mengatakan bahwa alasan lain solusi dua negara kurang layak muncul pada saat ini adalah pergeseran Islam radikal di seluruh wilayah.
"Saya tidak tertarik dalam keadaan binasional (dua negara)," kata Netanyahu. Ia juga mengungkapkan ketakutannya wilayah Tepi Barat akan berubah menjadi basis dari Palestina dan kelompok teror Islam yang katanya berusaha untuk menghancurkan negara Israel.
Terkait gelombang kekerasan yang tengah berlangsung, Netanyahu mengatakan pendudukan Israel tidak bertanggung jawab atas hal itu seperti yang dituntut oleh Palestina.
"Saya telah menjelaskan apa yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik antara kami dan Palestina, pengakuan dan demiliterisasi," kata Netanyahu, menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Israel seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (11/2/2016).
Dia mengatakan, Palestina harus mengakui hak Israel untuk eksis sebagai negara Yahudi dan negara Palestina harus demiliterisasi. Ia menekankan bahwa hal itu bukanlah prasyarat melainkan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam hasil pembicaraan damai.
Perdana menteri Israel ini juga mengatakan bahwa alasan lain solusi dua negara kurang layak muncul pada saat ini adalah pergeseran Islam radikal di seluruh wilayah.
"Saya tidak tertarik dalam keadaan binasional (dua negara)," kata Netanyahu. Ia juga mengungkapkan ketakutannya wilayah Tepi Barat akan berubah menjadi basis dari Palestina dan kelompok teror Islam yang katanya berusaha untuk menghancurkan negara Israel.
Terkait gelombang kekerasan yang tengah berlangsung, Netanyahu mengatakan pendudukan Israel tidak bertanggung jawab atas hal itu seperti yang dituntut oleh Palestina.
(ian)