Bahas Keamanan, Pejabat Palestina-Israel Bertemu di Yerusalem
Rabu, 10 Februari 2016 - 20:03 WIB
Bahas Keamanan, Pejabat Palestina-Israel Bertemu di Yerusalem
A
A
A
RAMALLAH - Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat mengatakan, para pejabat Israel dan Palestina akan mengadakan pertemuan keamanan di Yerusalem pekan ini untuk membahas situasi keamanan di Tepi Barat.
Namun Erekat, yang berbicara dengan Voice of Palestine Radio, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pertemuan tersebut. Kendati demikian, seorang pejabat senior Palestina mengatakan, delegasi Palestina akan menyampaikan pesan yang jelas kepada pihak Israel pada komitmen Palestina untuk kesepakatan dan perjanjian yang ditandatangani di masa lalu antara kedua belah pihak.
"Tapi jika Israel terus menyerbu wilayah Palestina yang dikuasai, Palestina National Authority (PNA) akan segera kembali semua perjanjian ini," kata pejabat itu kepada Xinhua pada kondisi anonimitas, Rabu (10/2/2016).
Pada awal Oktober tahun lalu, gelombang kekerasan pecah antara Israel dan Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza. Korban sejauh ini telah mencapai 170 warga Palestina dan 30 orang Israel tewas.
Erekat sendiri waktu itu menyerukan masyarakat internasional untuk latihan tekanan pada Israel untuk menghentikan "agresi" terhadap rakyat Palestina dan menghormati kesepakatan yang ditandatangani.
Namun Erekat, yang berbicara dengan Voice of Palestine Radio, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pertemuan tersebut. Kendati demikian, seorang pejabat senior Palestina mengatakan, delegasi Palestina akan menyampaikan pesan yang jelas kepada pihak Israel pada komitmen Palestina untuk kesepakatan dan perjanjian yang ditandatangani di masa lalu antara kedua belah pihak.
"Tapi jika Israel terus menyerbu wilayah Palestina yang dikuasai, Palestina National Authority (PNA) akan segera kembali semua perjanjian ini," kata pejabat itu kepada Xinhua pada kondisi anonimitas, Rabu (10/2/2016).
Pada awal Oktober tahun lalu, gelombang kekerasan pecah antara Israel dan Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza. Korban sejauh ini telah mencapai 170 warga Palestina dan 30 orang Israel tewas.
Erekat sendiri waktu itu menyerukan masyarakat internasional untuk latihan tekanan pada Israel untuk menghentikan "agresi" terhadap rakyat Palestina dan menghormati kesepakatan yang ditandatangani.
(ian)