Erdogan: Tuduhan Turki Ingin Invasi Suriah Menggelikan
Sabtu, 06 Februari 2016 - 09:47 WIB
Erdogan: Tuduhan Turki Ingin Invasi Suriah Menggelikan
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam tuduhan Rusia yang menyebut Turki mempersiapkan diri untuk menginvasi Suriah. Erdogan mengtakan tuduhan dari Rusia menggelikan.
”Saya menemukan pernyataan Rusia ini menggelikan. Bukankah Rusia yang saat ini terlibat dalam invasi Suriah,” kata Erdogan, yang dikutip oleh kantor berita Anatolia.
Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintah Turki menilai tuduhan Rusia sebagai propaganda. Erdogan mengatakan, Rusia harus bertanggung jawab untuk orang-orang yang tewas di Suriah. Menurutnya, Moskow dan Damaskus bersama-sama bertanggung jawab atas kematian 400 ribu orang di Suriah.
Lebih lanjut, Erdogan menuduh Rusia mencoba mendirikan sebuah “negara butik” untuk sekutu lamanya, Presiden Bashar Al-Assad.
“Turki tidak memiliki rencana atau pikiran untuk melakukan sebuah kampanye militer atau serangan darat di Suriah,” kata seorang pejabat senior Turki kepada Reuters yang menolak diidentifikasi.
”Turki adalah bagian dari koalisi, bekerja sama dengan sekutu-sekutunya, dan akan terus melakukannya. Seperti yang kita telah berulang kali mengatakan, Turki tidak akan bertindak secara sepihak,” lanjut pejabat itu yang dilansir Sabtu (6/2/2016).
Tuduhan dari Suriah itu dilontarkan oleh juru bicara militer Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. ”Semakin banyak tanda-tanda persiapan tersembunyi dari pasukan Turki di dekat perbatasan Suriah,” katanya.
”Saya menemukan pernyataan Rusia ini menggelikan. Bukankah Rusia yang saat ini terlibat dalam invasi Suriah,” kata Erdogan, yang dikutip oleh kantor berita Anatolia.
Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintah Turki menilai tuduhan Rusia sebagai propaganda. Erdogan mengatakan, Rusia harus bertanggung jawab untuk orang-orang yang tewas di Suriah. Menurutnya, Moskow dan Damaskus bersama-sama bertanggung jawab atas kematian 400 ribu orang di Suriah.
Lebih lanjut, Erdogan menuduh Rusia mencoba mendirikan sebuah “negara butik” untuk sekutu lamanya, Presiden Bashar Al-Assad.
“Turki tidak memiliki rencana atau pikiran untuk melakukan sebuah kampanye militer atau serangan darat di Suriah,” kata seorang pejabat senior Turki kepada Reuters yang menolak diidentifikasi.
”Turki adalah bagian dari koalisi, bekerja sama dengan sekutu-sekutunya, dan akan terus melakukannya. Seperti yang kita telah berulang kali mengatakan, Turki tidak akan bertindak secara sepihak,” lanjut pejabat itu yang dilansir Sabtu (6/2/2016).
Tuduhan dari Suriah itu dilontarkan oleh juru bicara militer Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov. ”Semakin banyak tanda-tanda persiapan tersembunyi dari pasukan Turki di dekat perbatasan Suriah,” katanya.
(mas)