Rusia: NATO Tutupi Tindakan Turki di Perbatasan Suriah
Kamis, 04 Februari 2016 - 21:37 WIB
Rusia: NATO Tutupi Tindakan Turki di Perbatasan Suriah
A
A
A
MOSKOW - Rusia menyebut NATO dan seluruh anggotanya terus menutupi apa yang dilakukan oleh Turki di wilayah perbatasan dengan Suriah. Mereka menutupi tindakan tersebut dengan tuduhan bahwa Rusia telah melanggar wilayah udara Turki.
Rusia sebelumnya sempat merilis sebuah video yang menunjukan aksi militer Turki di wilayah perbatasan Suriah, dimana militer Turki menembaki sebuah desa yang berada di dekat perbatasan. Rusia lalu meminta NATO, Turki, dan juga Amerika Serikat (AS) untuk memberika penjelasan mengenai hal tersebut.
Namun, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sampai saat ini pihaknya masih belum mendapatkan penjelasan dari NATO ataupun Turki mengenai hal ini. Mereka, lanjut Zakharova justru terus berkoar-koar mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan jet Rusia terhadap wilayah udara Turki.
"Kami sudah berulang kali mengatakan tentang masalah di perbatasan Suriah-Turki. Tapi tampaknya semua tertupi oleh tuduhan terhadap Rusia sebagai dalih oleh Turki untuk penumpukan kekuatan militer mereka," ucap Zakharova, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (4/2).
Sementara itu, terkait tuduhan Turki terhadap Rusia, Zakharova mengatakan pihaknya sudah meminta informasi lebih lanjut mengenai Turki terhadap pelanggaran wilayah udara itu. Tapi, Turki tidak memberikannya sampai saat ini.
"Kami tidak mendapatkan jawaban atas permintaan resmi mengenai insiden tersebut. Semua permintaan kami mengenai rincian insiden tersebut tidak mendapatkan jawaban," pungkasnya.
Rusia sebelumnya sempat merilis sebuah video yang menunjukan aksi militer Turki di wilayah perbatasan Suriah, dimana militer Turki menembaki sebuah desa yang berada di dekat perbatasan. Rusia lalu meminta NATO, Turki, dan juga Amerika Serikat (AS) untuk memberika penjelasan mengenai hal tersebut.
Namun, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sampai saat ini pihaknya masih belum mendapatkan penjelasan dari NATO ataupun Turki mengenai hal ini. Mereka, lanjut Zakharova justru terus berkoar-koar mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan jet Rusia terhadap wilayah udara Turki.
"Kami sudah berulang kali mengatakan tentang masalah di perbatasan Suriah-Turki. Tapi tampaknya semua tertupi oleh tuduhan terhadap Rusia sebagai dalih oleh Turki untuk penumpukan kekuatan militer mereka," ucap Zakharova, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (4/2).
Sementara itu, terkait tuduhan Turki terhadap Rusia, Zakharova mengatakan pihaknya sudah meminta informasi lebih lanjut mengenai Turki terhadap pelanggaran wilayah udara itu. Tapi, Turki tidak memberikannya sampai saat ini.
"Kami tidak mendapatkan jawaban atas permintaan resmi mengenai insiden tersebut. Semua permintaan kami mengenai rincian insiden tersebut tidak mendapatkan jawaban," pungkasnya.
(esn)