Teheran Tuding Saudi Serang Kedubes Iran di Yaman
Kamis, 07 Januari 2016 - 21:44 WIB
Teheran Tuding Saudi Serang Kedubes Iran di Yaman
A
A
A
TEHERAN - Hubungan Iran dan Arab Saudi yang memanas memasuki babak baru, setelah Teheran menuding Riyadh memimpin serangan udara yang menghantam Kedutaan Besar Iran di Yaman, semalam.
Iran menyatakan, pesawat tempur milik Arab Saudi telah menyerang kedutaannya di ibukota Yaman, Sanaa. Serangan tersebut merusak bangunan kedutaan Iran dan melukai seorang staf Kedubes Iran. Iran membalas tindakan Arab Saudi itu dengan melarang semua barang impor produksi Arab Saudi.
"Arab Saudi bertanggung jawab atas kerusakan gedung kedutaan dan cedera yang dialami oleh beberapa staf," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari, seperti dikutip dari laman Express, Kamis (7/1/2016).
Hubungan Iran dan Arab Saudi memanas setelah kedubes dan konsulat Saudi diserang oleh demonstran Iran. Penyerangan itu buntut dari keputusan Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah Nimr al-Nimr.
Penyerangan ini berujung pada keputusan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Keputusan Arab Saudi ini diikuti oleh sejumlah negara lain sebagai bentuk solidaritas.
Iran menyatakan, pesawat tempur milik Arab Saudi telah menyerang kedutaannya di ibukota Yaman, Sanaa. Serangan tersebut merusak bangunan kedutaan Iran dan melukai seorang staf Kedubes Iran. Iran membalas tindakan Arab Saudi itu dengan melarang semua barang impor produksi Arab Saudi.
"Arab Saudi bertanggung jawab atas kerusakan gedung kedutaan dan cedera yang dialami oleh beberapa staf," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Jaber Ansari, seperti dikutip dari laman Express, Kamis (7/1/2016).
Hubungan Iran dan Arab Saudi memanas setelah kedubes dan konsulat Saudi diserang oleh demonstran Iran. Penyerangan itu buntut dari keputusan Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah Nimr al-Nimr.
Penyerangan ini berujung pada keputusan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Keputusan Arab Saudi ini diikuti oleh sejumlah negara lain sebagai bentuk solidaritas.
(ian)