Dua Faksi Taliban Sepakati Gencatan Senjata
Sabtu, 02 Januari 2016 - 21:43 WIB
Dua Faksi Taliban Sepakati Gencatan Senjata
A
A
A
KABUL - Dua faksi yang saling bertentangan di kelompok militan Taliban dilaporkan sepakat untuk mengakhiri pertikaian sengit diantara mereka. Kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian itu terjadi tepat di awal tahun baru.
"Kami sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan pertukaran narapidana, tetapi para ulama tidak akan diberikan akses ke Mullah Mansour," kata Mullah Abdul Manan Niazi, perwakilan dari kubu Mullah Mohammad Rasul Akhund, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Sabtu (2/1/2016).
Perpecahan muncul di tubuh Taliban setelah Mullah Akhtar Mansour ditunjuk menjadi pengganti dari Mullah Muhammad Omar yang tewas sejak 2013 lalu. Sejumlah faksi di dalam tubuh Taliban menolak penunjukkan Mullah Mansour.
Mullah Mansour sendiri sempat dikabarkan tewas beberapa waktu lalu setelah terlibat bentrokan bersenjata dengan faksi Taliban yang lain. Namun, kabar ini dibantah dan mentah dengan sendirinya setelah Taliban merilis rekaman suara sang Mullah.
Meski terpecah, Taliban tetap bisa melancarkan serangan bersenjata ke basis pemerintah Afghanistan agar bisa kembali menguasai sejumlah wilayahnya, disamping memerangi ISIS yang telah masuk ke Afghanistan.
"Kami sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan pertukaran narapidana, tetapi para ulama tidak akan diberikan akses ke Mullah Mansour," kata Mullah Abdul Manan Niazi, perwakilan dari kubu Mullah Mohammad Rasul Akhund, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Sabtu (2/1/2016).
Perpecahan muncul di tubuh Taliban setelah Mullah Akhtar Mansour ditunjuk menjadi pengganti dari Mullah Muhammad Omar yang tewas sejak 2013 lalu. Sejumlah faksi di dalam tubuh Taliban menolak penunjukkan Mullah Mansour.
Mullah Mansour sendiri sempat dikabarkan tewas beberapa waktu lalu setelah terlibat bentrokan bersenjata dengan faksi Taliban yang lain. Namun, kabar ini dibantah dan mentah dengan sendirinya setelah Taliban merilis rekaman suara sang Mullah.
Meski terpecah, Taliban tetap bisa melancarkan serangan bersenjata ke basis pemerintah Afghanistan agar bisa kembali menguasai sejumlah wilayahnya, disamping memerangi ISIS yang telah masuk ke Afghanistan.
(ian)