Irak Butuh Bantuan Kurdi untuk Bebaskan Mosul
Rabu, 30 Desember 2015 - 16:26 WIB
Irak Butuh Bantuan Kurdi untuk Bebaskan Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Wakil Perdana Menteri Irak Hoshyar Zebari menuturkan, pasukan Irak akan membutuhkan bantuan dari Peshmerga untuk membebaskan Mosul dari cengkraman ISIS. Peshmerga adalah sebutan untuk pasukan Kurdi.
Zebari, yang juga memiliki darah Kurdi mengatakan, untuk dapat membebaskan Mosul diperlukan usaha bersama. Semua pihak yang ada di dalam Irak harus bekerjasama, dengan perencanaan sangat matang agar bisa merebut kembali kota itu dari tangan ISIS.
"Untuk membebaskan Mosul membutuhkan perencanaan yang baik, persiapan, komitmen dari semua pemain kunci," kata Zebari dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Brisbane Times pada Rabu (30/12).
"Peshmerga adalah salah satu kekuatan kekuatan dan pemain kunci di Irak. Anda tidak akan dapat membebaskan Mosul tanpa bantuan dari Peshmerga," sambung mantan Menteri Luar Negeri Irak tersebut.
Mosul merupakan salah satu kota terbesar, dan kota utama di Irak. Kota yang merupakan tempat kelahiran Sadam Hussein ini merupakan kota pertama yang dikuasi ISIS, dan disebut-sebut menjadi ibukota ISIS di Irak.
Peshmerga sendiri saat ini sudah mulai menguasai bagian timur, barat, dan utara Mosul. Sedangkan pasukan Irak, dan dibantu oleh milisi Syiah berhasil menguasai bagian selatan Mosul, tepatnya di wilayah Baiji. Jadi, bila Peshmerga dan pasukan Irak bersatu, dapat dipastikan ISIS akan mendapatkan serangan dari semua sisi.
Zebari, yang juga memiliki darah Kurdi mengatakan, untuk dapat membebaskan Mosul diperlukan usaha bersama. Semua pihak yang ada di dalam Irak harus bekerjasama, dengan perencanaan sangat matang agar bisa merebut kembali kota itu dari tangan ISIS.
"Untuk membebaskan Mosul membutuhkan perencanaan yang baik, persiapan, komitmen dari semua pemain kunci," kata Zebari dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Brisbane Times pada Rabu (30/12).
"Peshmerga adalah salah satu kekuatan kekuatan dan pemain kunci di Irak. Anda tidak akan dapat membebaskan Mosul tanpa bantuan dari Peshmerga," sambung mantan Menteri Luar Negeri Irak tersebut.
Mosul merupakan salah satu kota terbesar, dan kota utama di Irak. Kota yang merupakan tempat kelahiran Sadam Hussein ini merupakan kota pertama yang dikuasi ISIS, dan disebut-sebut menjadi ibukota ISIS di Irak.
Peshmerga sendiri saat ini sudah mulai menguasai bagian timur, barat, dan utara Mosul. Sedangkan pasukan Irak, dan dibantu oleh milisi Syiah berhasil menguasai bagian selatan Mosul, tepatnya di wilayah Baiji. Jadi, bila Peshmerga dan pasukan Irak bersatu, dapat dipastikan ISIS akan mendapatkan serangan dari semua sisi.
(esn)