Rusia Sebut 'Invasi' Turki Sebagai Serangan Melanggar Hukum
Minggu, 13 Desember 2015 - 12:45 WIB
Rusia Sebut 'Invasi' Turki Sebagai Serangan Melanggar Hukum
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan dukungannya kepada Irak terkait penyebaran pasukan Turki di negara tersebut. Lavrov bahkan menyebut aksi yang dilakukan oleh Turki sebagai sebuah serangan yang melanggar hukum.
"Pihak Rusia menyatakan posisinya mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Irak," bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (13/12/2015).
Irak sendiri telah mengadukan hal ini kepada Dewan Keamanan (DK) PBB. Irak meminta DK PBB untuk mendesak Turki untuk menarik pasukannya segera dan tanpa syarat dari Irak.
Baghdad mengatakan, kehadiran pasukan Turki adalah sebuah pelanggaran yang nyata dari hukum internasional. Turki dikabarkan telah mengirimkan 130 tentara militer ke wilayah Mosul, Irak. Ratusan tentara itu disebut memberikan pelatihan kepada militan bersenjata di Mosul.
"Pihak Rusia menyatakan posisinya mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Irak," bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (13/12/2015).
Irak sendiri telah mengadukan hal ini kepada Dewan Keamanan (DK) PBB. Irak meminta DK PBB untuk mendesak Turki untuk menarik pasukannya segera dan tanpa syarat dari Irak.
Baghdad mengatakan, kehadiran pasukan Turki adalah sebuah pelanggaran yang nyata dari hukum internasional. Turki dikabarkan telah mengirimkan 130 tentara militer ke wilayah Mosul, Irak. Ratusan tentara itu disebut memberikan pelatihan kepada militan bersenjata di Mosul.
(ian)