Oposisi Suriah Inginkan Rezim yang Pluralistik
Jum'at, 11 Desember 2015 - 17:12 WIB
Oposisi Suriah Inginkan Rezim yang Pluralistik
A
A
A
RIYADH - Pertemuan politisi oposisi dan pemberontak Suriah di Riyadh, Arab Saudi, telah menghasilkan prinsip-prinsip pembicaraan damai. Hal ini diperlukan sebagai panduan pembicaraan damai dengan pihak pemerintah.
Dalam pernyataannya, pihak oposisi Suriah menginginkan adalah rezim yang pluralistik mewakili semua kelompok. Mereka juga menekankan bahwa Presiden Bashar al-Assad dan para pembantunya tidak bisa memainkan peran dalam masa transisi seperti dikutip dari laman BBC, Jumat (11/12/2015).
Sebelumnya, kelompok oposisi menuntut Assad untuk menanggalkan kekuasaan sebelum dilakukannya negoasiasi damai. Namun pihak oposisi melunak dan mengizinkan Assad berada di tampuk kekuasaan hingga pemerintahan transisi dibentuk.
Konferensi yang dilakukan selama dua hari di Riyadh tersebut dihadiri oleh aliansi kelompok oposisi yang didukung oleh Barat seperti Koalisi Nasional dan Komite Koordinasi Nasional. Kelompok pemberontak macam Ahrar al-Sham juga mengirimkan delegasinya.
Dalam pernyataannya, pihak oposisi Suriah menginginkan adalah rezim yang pluralistik mewakili semua kelompok. Mereka juga menekankan bahwa Presiden Bashar al-Assad dan para pembantunya tidak bisa memainkan peran dalam masa transisi seperti dikutip dari laman BBC, Jumat (11/12/2015).
Sebelumnya, kelompok oposisi menuntut Assad untuk menanggalkan kekuasaan sebelum dilakukannya negoasiasi damai. Namun pihak oposisi melunak dan mengizinkan Assad berada di tampuk kekuasaan hingga pemerintahan transisi dibentuk.
Konferensi yang dilakukan selama dua hari di Riyadh tersebut dihadiri oleh aliansi kelompok oposisi yang didukung oleh Barat seperti Koalisi Nasional dan Komite Koordinasi Nasional. Kelompok pemberontak macam Ahrar al-Sham juga mengirimkan delegasinya.
(ian)