Rusia Benarkan Putin Tolak Angkat Telepon Erdogan
Jum'at, 27 November 2015 - 20:22 WIB
Rusia Benarkan Putin Tolak Angkat Telepon Erdogan
A
A
A
ANKARA - Pemerintah Rusia membenarkan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak mengangkat telepon dari Presiden Turki Tayyip Erdogan. Hal itu disampaikan oleh ajudan Putin, Yuri Ushakov.
"Kami melihat keengganan Turki untuk sekedar meminta maaf atas insiden pesawat," kata Ushakov dalam sebuah pernyataan, merujuk pada insiden ditembaknya jet tempur Rusia oleh jet tempur Turki beberapa waku lalu.
Erdogan sebelumnya menyatakan, dirinya telah berusaha menelon Putin, namun tidak pernah diangkat. "Saya menelpon Putin, tetapi sampai sekarang dia tidak pernah menjawab panggilan saya," ucap Erdogan.
Sementara itu, seperti dilansir Reuters pada Jumat (27/11) Ushakov juga angkat bicara mengenai permintaan yang dilontarkan Turki mengenai pertemuan Erdogan dan Putin di Paris esok lusa. Dirinya menuturkan, pihaknya sedang membahas permintaan tersebut.
"Kremlin telah menerima permintaan dari Ankara mengenai pertemuan yang mungkin antara kedua pemimpin pada konferensi iklim di Paris pada 30 November, dan Putin akan segera diberitahu mengenai permintaan tersebut," ucapnya.
Ushakov menambahkan dalam konfrensi itu Putin baru dipastikan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netantahu dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
"Kami melihat keengganan Turki untuk sekedar meminta maaf atas insiden pesawat," kata Ushakov dalam sebuah pernyataan, merujuk pada insiden ditembaknya jet tempur Rusia oleh jet tempur Turki beberapa waku lalu.
Erdogan sebelumnya menyatakan, dirinya telah berusaha menelon Putin, namun tidak pernah diangkat. "Saya menelpon Putin, tetapi sampai sekarang dia tidak pernah menjawab panggilan saya," ucap Erdogan.
Sementara itu, seperti dilansir Reuters pada Jumat (27/11) Ushakov juga angkat bicara mengenai permintaan yang dilontarkan Turki mengenai pertemuan Erdogan dan Putin di Paris esok lusa. Dirinya menuturkan, pihaknya sedang membahas permintaan tersebut.
"Kremlin telah menerima permintaan dari Ankara mengenai pertemuan yang mungkin antara kedua pemimpin pada konferensi iklim di Paris pada 30 November, dan Putin akan segera diberitahu mengenai permintaan tersebut," ucapnya.
Ushakov menambahkan dalam konfrensi itu Putin baru dipastikan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netantahu dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
(esn)