Trump Sebut Obama Ancaman bagi AS
Kamis, 19 November 2015 - 22:41 WIB
Trump Sebut Obama Ancaman bagi AS
A
A
A
WASHINGTON - Salah satu calon presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengkritik Presiden AS Barack Obama. Ia bahkan menyebut Obama sebagai sebuah ancaman bagi Negeri Paman Sam.
"Saya pikir dia adalah ancaman bagi negara kita," kata calon presiden dari Partai Republik di sebuah radio di Boston seperti dikutip dari laman Washington Examiner, Kamis (19/11/2015).
"Maksud saya, Obama seharusnya memiliki sesuatu untuk menyikapi apa yang sedang terjadi karena, ya Anda tahu, ketika Anda melihat apa yang terjadi, ia bahkan tidak menyebutkan nama untuk mereka setelah serangan demi serangan terjadi," kata Trump menambahkan mengacu pada penolakan presiden untuk menggunakan istilah Islam radikal atau ekstrimisme Islam.
Trump lantas mengkritik kebijakan Obama yang menerima pengungsi dari Irak dan Suriah dan menyebutnya sebagai aib.
"Kami tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Mereka bahkan tidak disaring sepenuhnya...anda mendapatkan mereka telah datang sedangkan kita kita tidak mempunyai surat-surat soal mereka, dan mereka tidak mempunyai dokumen. Kita seperti tidak mempunyai ide menghadapi mereka dan bisa saja ISIS telah menyusup ke dalam negara kita," tuturnya.
"Kita mempunyai presiden yang tidak berkompeten, dia sangat tidak berkompeten," tukasnya.
"Saya pikir dia adalah ancaman bagi negara kita," kata calon presiden dari Partai Republik di sebuah radio di Boston seperti dikutip dari laman Washington Examiner, Kamis (19/11/2015).
"Maksud saya, Obama seharusnya memiliki sesuatu untuk menyikapi apa yang sedang terjadi karena, ya Anda tahu, ketika Anda melihat apa yang terjadi, ia bahkan tidak menyebutkan nama untuk mereka setelah serangan demi serangan terjadi," kata Trump menambahkan mengacu pada penolakan presiden untuk menggunakan istilah Islam radikal atau ekstrimisme Islam.
Trump lantas mengkritik kebijakan Obama yang menerima pengungsi dari Irak dan Suriah dan menyebutnya sebagai aib.
"Kami tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Mereka bahkan tidak disaring sepenuhnya...anda mendapatkan mereka telah datang sedangkan kita kita tidak mempunyai surat-surat soal mereka, dan mereka tidak mempunyai dokumen. Kita seperti tidak mempunyai ide menghadapi mereka dan bisa saja ISIS telah menyusup ke dalam negara kita," tuturnya.
"Kita mempunyai presiden yang tidak berkompeten, dia sangat tidak berkompeten," tukasnya.
(ian)