Konflik Laut China Selatan, Sikap Presiden Xi Lembut tapi Tegas

Sabtu, 07 November 2015 - 11:59 WIB
Konflik Laut China Selatan,...
Konflik Laut China Selatan, Sikap Presiden Xi Lembut tapi Tegas
A A A
SINGAPURA - Presiden China, Xi Jinping, pada Sabtu (7/11/2015) angkat bicara soal sikapnya dalam menyikapi konflik Laut China Selatan. Presiden Xi memilih cara lembut untuk penyelesaian konflik namun tegas jika untuk melindungi kedaualatan dan hak maritim China.

Ketika berbicara di Universitas Nasional Singapura, Xi Jinping mengatakan, sengketa wilayah di Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai, yakni melalui perundingan.

Kawasan maritim yang kayak energi itu jadi sengketa antara China dengan Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei. China mengklaim hampir 90 pesen kawasan maritim itu berdasarkan peta kuno yang mereka miliki. Namun, negara-negara lain yang bersengketa menolak klaim itu.

Ketegangan semakin memanas ketika Amerika Serikat (AS) ikut campur untuk menentang klaim China. AS setidaknya telah mengirim kapal perang USS Lassen untuk bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau buatan China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.

AS berdalih, kawasan Laut China Selatan merupakan kawasan internasional, sehingga pesawat dan kapal AS berhak bernavigasi setiap saat. Namun, China menilai manuver kapal perang AS itu sebagai provokasi dengan dalih kebebasan navigasi.

”Untuk menjaga kedaulatan dan hak maritim, itu wajar dan tanggung jawab Pemerintah China yang harus ditempuh,” kata Presiden Xi, seperti dikutip Reuters.

”Hak berlayar atau terbang tidak jadi masalah dan tidak akan menjadi masalah, karena China membutuhkan kebebasan di Laut China Selatan,” lanjut dia.

”Meskipun beberapa pulau, di mana China memiliki kedaulatan telah diduduki oleh orang lain, China telah selalu berkomitmen untuk memecahkan masalah itu dengan negosiasi damai,” imbuh Xi. ”China berkomitmen untuk bekerja dengan negara-negara itu secara langsung untuk memecahkan masalah sengketa atas dasar penghormatan fakta-fakta sejarah, menurut hukum internasional dan melalui diskusi serta negosiasi.”

Xi menegaskan bahwa China memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan Laut China Selatan.
(mas)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
16 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved