'Insyaf', Majalah Playboy Tak Lagi Umbar Foto Wanita Telanjang

Selasa, 13 Oktober 2015 - 18:23 WIB
Insyaf, Majalah Playboy...
'Insyaf', Majalah Playboy Tak Lagi Umbar Foto Wanita Telanjang
A A A
NEW YORK - Majalah Playboy, majalah pria dewasa yang selama ini dikenal memajang foto wanita telanjang di halaman sampulnya, kini tidak lagi melakukannya. Majalah itu “insyaf” karena mempertimbangkan masa depan anak-anak dan remaja.

Keputusan “radikal” majalah Playboy itu diungkap Scott Flanders, Kepala Eksekutif Playboy Enterprise. Tak hanya di majalah cetak, foto-foto wanita tanpa busana juga ditarik dari situs majalah itu. Alasannya untuk melancarkan akses ke media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Flanders mengatakan, menampilkan foto asusila di majalah pada saat ini akan kalah dengan internet. “Kini Anda hanya membutuhkan satu klik untuk menemukan segala sesuatu terkait seks seperti yang Anda bayangkan secara gratis. Itu biasa pada era sekarang,” kata Flanders kepada New York Times.

Menurut laporan Reuters, Selasa (13/10/2015), oplah majalah dewasa itu juga sudah merosot. Semula 5,6 juta eksemplar pada pertengahan 1970-an, kini hanya sekitar 800 ribu eksemplar.

Pendiri majalah Playboy, Hugh Hefner, 89, setuju dengan ide baru itu. Menurut Hefner, ide itu dia dengar bulan lalu dari editor top, Cory Jones, agar majalah Playboy menghentikan penerbitan gambar wanita telanjang.

Menurutnya, di era yang serba-terhubung internet, anak-anak dan remaja ketika menuliskan kata “Playboy” maka yang tampil adalah foto-foto wanita tanpa busana dan konten pornografi lain.

”Anak-anak zaman sekarang sangat dekat dengan internet, karena itu kami tidak mau merusak mereka dengan gambar-gambar telanjang lagi,” ujar Hefner.

Majalah Playboy terbit perdana tahun 1953 dengan sampul bergambar Marilyn Monroe. Meski majalah itu dikenal dengan image pornografis, namun majalah itu kerap menyuguhkan hasil wawancara berbobot dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Fidel Castro, Martin Luther King Jr, Malcolm X dan John Lennon.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
2 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
3 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
6 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
6 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved