Gemar Eksekusi, Rezim Kim Jong-un Disebut Tinggal Menghitung Hari

Selasa, 08 September 2015 - 13:45 WIB
Gemar Eksekusi, Rezim...
Gemar Eksekusi, Rezim Kim Jong-un Disebut Tinggal Menghitung Hari
A A A
SEOUL - Seorang pembelot Korea Utara (Korut) yang telah diberikan suaka di Korea Selatan (Korsel) mengatakan, rezim Kim Jong-un adalah kehilangan dukungan dari partainya sendiri. Pembelot itu menyebut kekuasaan Kim Jong-un tinggal menghitung hari karena rezim tersebut gemar mengeksekusi para pejabat Korut.

Kim Jong-un resmi berkuasa pada Maret 2012 setelah ayahnya, Kim Jong-il meninggal pada 2011. Pada awalnya, Kim Jong-un memberikan “hadiah” kepada orang-orang di Korut dan kepercayaan bahwa kehidupan mereka akan berubah. Tapi, menurut pembelot itu harapan itu berumur pendek.

“(Kim Jong-un) mencoba yang terbaik (untuk memberikan orang-orang kehidupan yang lebih baik),” kata pembelot Korut kepada CNN yang minta identitasnya dirahasiakan karena keluarganya di Korut bisa terancam.

Menurutnya, diktator Korut sebelumnya, Kim Il-sung dan Kim Jong-il memerintah negara itu dengan tangan besi, tetapi selalu mengurus dengan baik lingkaran di dalamnya. Sedangkan Kim Jong-un diduga tidak melakukannya.

Pembelot ini mencontohkan, pada 2013, Jang Song-thaek, orang paling berkuasa nomor dua di Partai Buruh diusir dari partai dan dieksekusi atas tuduhan melakukan kejahatan dan menghambat urusan ekonomi bangsa. Padahal, Jang adalah paman Kim Jong-un.

Eksekusi itu telah menanamkan ketakutan dalam benak para pejabat kelas menengah atas di negara itu. ”Saya dapat memberitahu Anda dengan pasti bahwa (para pejabat) Korea Utara yang berada di kelas menengah ke atas tidak percaya dengan Kim Jong-un,” ujarnya, seperti dilansir IB Times, Selasa (8/9/2015).

“Saya berpikir untuk meninggalkan Korea Utara untuk waktu yang lama. Setelah melihat eksekusi Jang, saya berpikir, 'Saya perlu untuk bergegas dan meninggalkan neraka di bumi ini’. Itu sebabnya saya membelot, “ ujarnya. ”Mereka takut, takut itu tumbuh lebih intens setiap hari .”

Sementara itu, seorang peneliti di Institut Studi Perdamaian dan Unifikasi di Universitas Nasional Seoul, Chang Yong-seok, mengatakan pembersihan tokoh-tokoh di lingkaran diktator Korut telah menambah kepercayaan diri pada sosok Kim Jong-un.

“Kim Jong-un menunjukkan kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa Kim Jong-un mendapatkan kepercayaan dalam kekuasaannya. Masalahnya adalah dengan masa depan. Berapa banyak kepercayaan Kim Jong-un dapat diperoleh dari elite setelah ada pembersihan. Para elite bisa merasa cemas. Ada kemungkinan bahwa loyalitas dan dukungan mereka akan melemah,” ujar Chang yang sepaham dengan argumen pembelot Korut.

Chang, yang menyurvei para pembelot dari Korut, mengklaim bahwa eksekusi oleh rezim Kim Jong-un telah berpengaruh.”Eksekusi menunjukkan bahwa Kim merasa lebih stabil dilihat dari luar,” katanya. Namun, banyak pembelot mengatakan kepada Chang, bahwa mereka mengekspresikan pendapat yang berbeda. ”Diktator berada pada risiko kehilangan kepercayaan dan dukungan dari basis kekuasaannya,” ujar Chang.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
23 menit yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
1 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
3 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
3 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
5 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
8 jam yang lalu
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved