Menolak Mundur, Najib Razak Serukan Persatuan

Senin, 31 Agustus 2015 - 13:17 WIB
Menolak Mundur, Najib...
Menolak Mundur, Najib Razak Serukan Persatuan
A A A
KUALA LUMPUR - Aksi demonstrasi selama dua hari berturut-turut yang mendesak Perdana Menteri Najib Razak untuk mundur ternyata tetap membuat orang nomor satu di Negeri Jiran itu bergeming. Sebaliknya, Najib Razak menyerukan persatuan dan menyatakan aksi demonstrasi itu menunjukkan ketidakdewasaan.

Menurut Razak, aksi demonstrasi hanya mengganggu ketertiban umum dan hanya menciptakan ketidaknyamanan.

"Aksi protes seperti itu tidak mencerminkan kededwasaan dan bukanlah saluran yang tepat untuk menyuarakan pendapat di negara yang demokratis," kata Razak saat memberikan pidato untuk memperingati Hari Nasional Malaysia seperti dikutip dari BBC, Senin (31/8/2015).

Razak pun mengklaim jika pemerintahannya masih didukung oleh sebagian besar warga Malaysia. Karenanya ia menyerukan persatuan kepada seluruh warga Malaysia.

"Kami tidak akan pernah mengizinkan orang-orang dari dalam maupun luar, (untuk) masuk dan mencuri, merusak, atau menghancurkan apa yang telah kita bangun selama ini," ujarnya seperti diberitakan oleh kantor berita Bernama.

"Mari kita semua ingat, jika kita tidak bersatu, kehilangan solidaritas dan saling tarik menarik kepentingan, semua masalah tidak akan terselesaikan dan segala sesuatu yang telah susah payah kita bangun akan hancur begitu saja," tambahnya.

Sebelumnya, selama dua hari, Malaysia dihantam oleh gelombang aksi demonstrasi. Mereka menuntut PM Najib Razak untuk mundur dari jabatannya karena diduga terlibat kasus korupsi.

Aksi ini pun mendapat dukungan dari mantan orang nomor satu dan paling berpengaruh di Malaysia, Mahathir Mohammad. Mahathir, yang menarik dukungannya kepada Najib Razak, mengatakan bahawa sulit bagi Razak untuk tetap bertahan di posisinya.

"Tidak ada aturan yang bisa melebihi hukum. Satu-satunya cara agar kita kembali ke sistem sebelumnya adalah dengan melengserkan Perdana Menteri saat ini," ujarnya. "Kita harus melengserkan Perdana Menteri," tegasnya
(esn)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
15 menit yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
4 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
6 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
10 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Menolak Membantu...
5 Negara Menolak Membantu Padamkan Kebakaran Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved