Sindikat Mafia Terpecah, Jepang di Ambang Perang Yakuza

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 12:20 WIB
Sindikat Mafia Terpecah,...
Sindikat Mafia Terpecah, Jepang di Ambang Perang Yakuza
A A A
TOKYO - Sindikat Yamaguchi-gumi, kelompok Yakuza terbesar di Jepang dilanda perpecahan. Hal itu memicu kekhawatiran bahwa, Jepang di ambang perang antar-kelompok Yakuza.

Yakuza adalah sebutan untuk kelompok mafia paling berbahaya di Jepang. Menurut Japan Times, aparat polisi di Jepang kini siaga untuk menghadapi ancaman perang mafia, setelah sindikat Yamaguchi-gumi yang dipimpin Shinobu Tsukasa terpecah.

Perpecahan sindikat kelompok Yakuza terbesar itu dipicu kekecewaan para mafia dari sindikat itu terhadap kepemimpinan Tsukasa. Sekitar 12 dari 30 anggota Yamaguchi-gumi telah mengancam meninggalkan sindikat itu dan ingin membentuk kelompok Yakuza sendiri.

Para polisi Jepang dilaporkan mulai gencar patroli untuk mengantisipasi terjadinya perang antar-Yakuza. Faksi Yamaguchi-gumi memiliki sekitar 23 ribu anggota.

Meski mulai terpecah, sindikat Yakuza Yamaguchi-gumi masih sangat berpengaruh di Jepang. Di mana sindikat itu aktif di 47 distrik administratif di Jepang. Kekhawatiran pecahnya perang antar-Yakuza juga dipicu ekspansi Tsukasa ke wilayah lain yang dikuasai saingan Yamaguchi-gumi.

Beberapa anggota yang memisahkan diri dari Yamaguchi-gumi telah menyalahkan Tsukasa. Sebab pemimpin Yakuza terbesar itu lebih memprioritaskan afiliasinya dengan sindikat Kodo-kai.

”Perpecahan terbaru adalah tentang ekonomi Jepang ketimbang terkait tindakan keras polisi yang sedang berlangsung,” kata Brett Bull, seorang ahli Yakuza kepada Guardian, yang dilansir Sabtu (29/8/2015).

”Sederhananya, ada lebih banyak uang yang akan dibuat di Tokyo, dan pergeseran Yamaguchi-gumi dalam penekanan (afiliasinya) dengan Kodo-kai telah menyebabkan frustrasi di kalangan anggota geng di Jepang barat,” lanjut dia.

Pihak berwenang yakin Kodo-kai akan menjadi faksi paling keras di dalam Yamaguchi-gumi. Kelompok Yakuza itu sebagain dari pendapatannya diperoleh melalui pasar saham. Kelompok itu juga bergantung pada pencucian uang, prostitusi, penyelundupan senjata, dan perdagangan manusia.

Pertemuan terbesar Yamaguchi-gumi dijadwalkan digelar pada 1 September 2015 mendatang. Polisi sedang mempersiapkan untuk mengantisipasi hal-hal terburuk.

Banyak bos Yakuza sudah gagal menghadiri pertemuan pada awal pekan ini. Hal itu menjadi tanda munculnya perbedaan pendapat di kelompok tersebut.

”Polisi dilaporkan sangat prihatin, dan mengambil langkah-langkah untuk mendahului setiap masalah yang mungkin terjadi kali ini,” ujar Bull.
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 menit yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
33 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved