Dua Gadis India Dihukum dengan Diperkosa dan Diarak Telanjang

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 18:05 WIB
Dua Gadis India Dihukum...
Dua Gadis India Dihukum dengan Diperkosa dan Diarak Telanjang
A A A
BAGPHAT - Dua gadis di India dihukum dengan hukuman yang aneh. Mereka diperkosa lalu diarak tanpa busana. Hukuman itu dijatuhkan dewan desa atas tindakan kakaknya yang membawa lari wanita yang sudah menikah.

Kedua gadis yang dihukum itu adalah Meenakshi Kumari, 23 tahun dan adik perempuannya yang baru berusia 15 tahun. Keduanya diarak di jalanan desa dengan kondisi wajah menghitam.

Amnesty International yang menerima laporan itu menyatakan, kakak dan keluarga kedua gadis itu telah meninggalkan desa mereka di Distrik Bagphat, di luar wilayah Delhi.

Awalnya, kakak kedua gadis itu, Ravi, jatuh cinta dengan perempuan dari kasta Jat. Kasta itu lebih tinggi derajatnya ketimbang kasta keluarga Ravi yang dikenal sebagai kasta Dalit.

Keluarga dari kasta Jat itu lantas menikahkan perempuan itu dengan pria lain pada bulan Februari 2015. Tapi, Ravi nekat membawa lari perempuan itu pada bulan Maret 2015. Keduanya dilaporkan telah kawin lari.

Sebagai hukumannya, pada tanggal 31 Juli 2015 dewan desa memutuskan bahwa dua adik perempuan Ravi harus dihukum dengan cara diperkosa untuk membalas perbuatan Ravi.

Sumit Kumar, saudara Meenakshi Kumari yang lain, mengatakan kepada Amnesty bahwa, anggota kasta Jat adalah orang-orang kuat di struktur dewan desa. ”Jat jadi keputusan akhir,” katanya menggambarkan kuatnya pengaruh kasta Jat itu, seperti dikutip Daily Mirror, Jumat (28/8/2015).

Keluarga kedua gadis yang dihukum itu tidak berani pulang ke desanya setelah melarikan diri. Meenakshi Kumari telah mengadukan kasus itu ke Mahkamah Agung India dan meminta perlindungan.

Sementara itu, ayah kedua gadis itu juga mengadukan kasus tersebut ke dua badan nasional di India dengan menuduh keluarga perempuan dari kasta Jat dan polisi telah melecehkan kedua anak gadisnya.

Keluarga Ravi juga khawatir dengan keselamatan perempuan kasta Jat yang kawin lari dengan Ravi, terlebih dia telah mengandung anak Ravi.

Amnesty International telah meluncurkan sebuah petisi yang menyerukan otoritas India untuk campur tangan dan melindungi kedua gadis yang telah dihukum dewan desa tersebut.

”Tidak ada yang bisa membenarkan hukuman menjijikkan ini. Ini tidak adil. Ini tidak benar. Dan ini melanggar hukum,” kecam Amnesty.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
12 menit yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
1 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
1 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
3 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
4 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved