Siswa AS Dibacok dan Dikubur Hidup-hidup oleh 4 Temannya

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 13:31 WIB
Siswa AS Dibacok dan...
Siswa AS Dibacok dan Dikubur Hidup-hidup oleh 4 Temannya
A A A
FLORIDA - Seorang siswa di Amerika Serikat (AS), bernama Jose Amaya Guardado, 17, jadi korban pembunuhan yang mengerikan. Dia dibacok dengan parang dan dikubur hidup-hidup oleh empat temannya di sebuah hutan di Florida.

Parahnya, dua dari empat pelaku pembunuhan itu merayakan detik-detik kematian korban dengan berhubungan seks di samping kuburnya.

Menurut Miami Herald, korban dan empat pelaku pembunuhan adalah pelajar “Homestead Job Corps”, sebuah program pelatihan skil di sekolah kejuruan yang dijalankan Departemen Tenaga Kerja AS.

Untuk menemukan jasad korban, detektif di Florida harus menggali kubur itu lebih dalam. Empat pelaku pembunuhan itu adalah, Kaheem Arbelo, 20, Jonathan Lucas, 18, Colon Kristen, 19 dan Desiray Strickland, 18.

Dua pelaku pembunuhan yang merayakan kematian korban dengan cara behubungan badan di samping kubur korban adalah Kaheem Arbelo dan Desiray Strickland.

Kejadian tragis itu bermula pada hari Minggu, 28 Juni 2015, di mana Jose Amaya Guardado dilaporkan hilang. Setelah dilakukan pencarian, saudaranya akhirnya menemukan jasad korban di dalam kubur di sebuah hutan, tak jauh dari sekolah.

Pekan lalu, polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan, yakni Kaheem Arbelo, Jonathan Lucas dan Colon Kristen. Ketiganya mengakui kejahatan yang mereka lakukan. Sedangkan pelaku keempat, Desiray Strickland, baru berhasil ditangkap kemarin.

Empat pelaku semula membujuk korban untuk datang ke sebuah hutan.Setelah tiba di lokasi kejadian, korban disergap dan dibacok dengan parang hingga mengalami luka parah.

Saat sekarat, korban diberitahu bahwa dia akan dikubur. ”Korban membuat satu upaya terakhir untuk melawan para penyerang,” bunyi pernyataan detektif dalam laporan kepolisian Florida, seperti dikutip news.com.au, Jumat (21/8/2015).

“Pada saat itu, (Arbelo) memukul korban dengan parang beberapa kali lagi sampai wajah korban terluka,” lanjut pernyataan detektif.

Arbelo yang merupakan pemimpin “geng” kelompok itu, mengaku bahwa dia dan rekannya, Desiray bercumbu di samping kuburan korban setelah melakukan pemubunuhan tersebut.

Menurut saluran berita AS, NBC6, salah satu pelaku adalah teman sekamar korban. Menurut polisi, sebenarnya ada tersangka kelima dalam kasus itu, namun belum berhasil ditangkap. Hingga kini belum jelas motif pembunuhan sadis yang dilakukan para pelajar AS itu.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
1 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
4 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved