Korut Resmi Berlakukan Zona Waktu PyongYang
Sabtu, 15 Agustus 2015 - 16:18 WIB
Korut Resmi Berlakukan Zona Waktu PyongYang
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut)secara resmi telah memberlakukan zona waktu PyongYang yang membuat waktu di negara itu mundur 30 menit dari zona waktu dunia (GMT). Pelucuran waktu PyongYang ini ditandai dengan bunyi lonceng yang terdengar di ibukota PyongYang pada Jumat malam, seperti dikutip dari Miror, Sabtu (15/8/2015).
Perubahan zona waktu Korut ini sebelumnya telah diumumkan oleh Kim Jong-un pada pekan lalu. Perubahan zona waktu itu dilakukan untuk sengaja diberlakukan pada saat Jepang merayakan 70 tahun jatuhnya bom atom di Hiroshima.
Korut bermaksud menyindir Jepang yang dianggap telah mengubah zona waktu di negara itu saat berkuasa pada 1910-1945. Dengan perubahan ini, Korut, yang sejatinya bersama Jepang dan Korea Selatan memiliki waktu +9GMT, waktunya berubah menjadi +8.30GMT.
Kebijakan Korut ini telah menimbulkan kekhawatiran dan mengancam upaya untuk meredakan ketegangan diantara Korea Utara dan Korea Selatan. Pasalnya, perubahan waktu itu juga mempengaruhi aktivitas di pusat industri Kaesong yang dijalankan oleh kedua negara bertetangga itu.
"Dan dalam jangkan panjang mungkin ada beberapa dampak bagi upaya untuk menyatukan standar dan mengurangi perbedaan antara kedua belah pihak," ujar Menteri Unifikasi Korea, Jeong Joon-Hee, seperti dilansir BBC.
Perubahan zona waktu Korut ini sebelumnya telah diumumkan oleh Kim Jong-un pada pekan lalu. Perubahan zona waktu itu dilakukan untuk sengaja diberlakukan pada saat Jepang merayakan 70 tahun jatuhnya bom atom di Hiroshima.
Korut bermaksud menyindir Jepang yang dianggap telah mengubah zona waktu di negara itu saat berkuasa pada 1910-1945. Dengan perubahan ini, Korut, yang sejatinya bersama Jepang dan Korea Selatan memiliki waktu +9GMT, waktunya berubah menjadi +8.30GMT.
Kebijakan Korut ini telah menimbulkan kekhawatiran dan mengancam upaya untuk meredakan ketegangan diantara Korea Utara dan Korea Selatan. Pasalnya, perubahan waktu itu juga mempengaruhi aktivitas di pusat industri Kaesong yang dijalankan oleh kedua negara bertetangga itu.
"Dan dalam jangkan panjang mungkin ada beberapa dampak bagi upaya untuk menyatukan standar dan mengurangi perbedaan antara kedua belah pihak," ujar Menteri Unifikasi Korea, Jeong Joon-Hee, seperti dilansir BBC.
(esn)