Dukung Saudi, Mesir Perpanjang Operasi Militer di Yaman
Minggu, 02 Agustus 2015 - 17:15 WIB
Dukung Saudi, Mesir Perpanjang Operasi Militer di Yaman
A
A
A
KAIRO - Pemerintah Mesir memastikan akan memperpanjang operasi militer mereka terhadap Yaman selama enam bulan ke depan. Perpanjangan operasi ini merupakan bentuk dukungan Mesir terhadap pemerintah Arab Saudi, yang merupakan pemimpin koalisi Teluk melawan Houthi.
Menurut Presiden Mesir Abdel Fatah el-ISIS, perpanjangan operasi ini dilakukan setelah adanya persertujuan dari Dewan Keamanan Mesir. Bukan hanya perpanjangan, Mesir juga memperluas wilayah operasi mereka hingga ke Laut Merah.
"Dewan Pertahanan Nasional setuju untuk memperpanjang partisipasi (Mesir) dalam pertempuran di Teluk, Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Kepresidenan Mesir.
"Operasi ini akan diperpanjang hingga enam bulan ke depan, atau sampai akhir misi tempur, jika itu telah selesai kurang dari enam bulan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (2/8/2015).
"Tujuan operasi ini adalah untuk melindungi kepentingan Mesir dan negara-negara Arab," imbuhnya. Sementara itu, el-Sisi menambahkan operasi ini juga ditunjukan untuk mengamankan navigasi di Laut Merah, dan selat-selat strategis di wilayah itu, yang langsung berhubungan dengan terusan Suez.
Angkatan Udara Mesir sendiri telah terlibat dalam koalisi Teluk pimpinan Saudi sejak serangan pertama diluncurkan pada 26 Maret melawan Houthi, yang saat ini masih menguasai sebagai besar Yaman.
Menurut Presiden Mesir Abdel Fatah el-ISIS, perpanjangan operasi ini dilakukan setelah adanya persertujuan dari Dewan Keamanan Mesir. Bukan hanya perpanjangan, Mesir juga memperluas wilayah operasi mereka hingga ke Laut Merah.
"Dewan Pertahanan Nasional setuju untuk memperpanjang partisipasi (Mesir) dalam pertempuran di Teluk, Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Kepresidenan Mesir.
"Operasi ini akan diperpanjang hingga enam bulan ke depan, atau sampai akhir misi tempur, jika itu telah selesai kurang dari enam bulan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (2/8/2015).
"Tujuan operasi ini adalah untuk melindungi kepentingan Mesir dan negara-negara Arab," imbuhnya. Sementara itu, el-Sisi menambahkan operasi ini juga ditunjukan untuk mengamankan navigasi di Laut Merah, dan selat-selat strategis di wilayah itu, yang langsung berhubungan dengan terusan Suez.
Angkatan Udara Mesir sendiri telah terlibat dalam koalisi Teluk pimpinan Saudi sejak serangan pertama diluncurkan pada 26 Maret melawan Houthi, yang saat ini masih menguasai sebagai besar Yaman.
(esn)