Obama Frustasi Senjata di AS Kurang Terkontrol

Jum'at, 24 Juli 2015 - 12:14 WIB
Obama Frustasi Senjata...
Obama Frustasi Senjata di AS Kurang Terkontrol
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengungkapkan rasa frutasinya karena keberadaan senjata di AS kurang terkontrol.

Komentar Obama itu muncul beberapa jam sebelum pria bersenjata mengumbar tembakan di sebuah bioskop di Louisiana yang menewaskan dua orang sebelum dia bunuh diri. (Baca: Penembakan di Bioskop AS, 3 Orang Tewas)

Dalam wawancara dengan BBC, Obama mengatakan bahwa masalah sejata ini membut dia merasa sebagai orang "paling frustasi dan paling terhalang" oleh adalah ketidakmampuan legislator untuk membuat undang-undang dalam membatasi akses persenjataan.

Obama mengakui selama menjabat Presiden AS, pembantaian dengan senjata terus terjadi berulang-ulang.“Satu bangsa maju di bumi, di mana kita tidak memiliki hal yang cukup masuk akal, yakni undang-undang senjata dan keselamatan,” katanya, yang dilansir Jumat (24/7/2015).

Obama lantas membandingkan korban jiwa di AS sejak serangan 9/11 dengan korban pembantaian dengan senjata. ”Jika Anda melihat jumlah orang Amerika yang tewas oleh aksi terorisme sejak serangan 9/11, itu kurang dari 100 (jiwa). Jika Anda melihat jumlah yang telah dibunuh oleh kekerasan senjata, itu puluhan ribu,” ucapnya.

”Dan bagi kita untuk tidak bisa menyelesaikan masalah adalah hal yang menyedihkan. Tapi itu bukan sesuatu yang membuat saya berniat untuk berhenti bekerja dalam sisa (jabatan presiden) 18 bulan,” imbuh Obama.

Di bawah Konstitusi AS, setiap orang di AS berhak untuk menjaga diri dengan memiliki senjata. Namun, kebijakan itu telah jadi bumerang, di mana serangan bersenjata oleh warga sipil di AS marak selama bertahun-tahun.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
30 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved