Ini Alasan Rusia Percepat Pengembangan Alutsista

Rabu, 08 Juli 2015 - 21:28 WIB
Ini Alasan Rusia Percepat...
Ini Alasan Rusia Percepat Pengembangan Alutsista
A A A
MOSKOW - Rusia dalam beberapa bulan terakhir terus merilis rencana untuk mengembangkan dan memperbanyak jumlah alutsista mereka. Ternyata, bukan hanya persaingan dengan Barat yang menjadi alasan Rusia mempercepat pengembangan alutsista mereka, tapi juga karena usia alutsista yang mereka miliki saat ini terbilang tua.

Alutsista tua yang dimiliki Rusia menyebabkan banyak kecelakaan, terutama pada jet tempur dan pesawat pengangkut. Insiden terbaru adalah, pesawat pengebom Su-24M mereka jatuh di wilayah Timur Jauh Khabarovsk dalam sebuah latihan lepas landas dan menewaskan kedua pilotnya, kemarin.

Dengan banyaknya insiden tersebut, pembahasan mengenai pengembangan dan penambahkan jumlah alutsista di Rusia terus mengemuka. Seorang pilot uji dan pahlawan era Soviet, Magomed Tolboev mengatakan, banyaknya pesawat yang jatuh membuat kekhwatiran tersendiri untuk Rusia.

“Jika membandingkan era Soviet dengan masa Rusia modern, Anda akan melihat bahwa jumlah pesawat yang jatuh mungkin lebih banyak pada era Soviet. Namun, pertempuran saat itu juga jauh lebih banyak. Tentu saja statistik mengenai kecelakaan saat ini menimbulkan kekhawatiran,” kata Tolboev, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (7/7/2015).

“Penyebab utama kecelakaan-kecelakaan itu adalah infrastruktur yang ketinggalan zaman. Pesawat-pesawat dari 1970-an, berusia 30 tahun, dan bahkan sampai 40 tahun,” sambungnya.

Dirinya juga memperingatkan kepada pemerintah Rusia, bahwa bahwa statistik internasional menunjukkan bahwa kecelakaan biasanya berbanding lurus dengan jumlah penerbangan yang dilakukan. Total, sejak Januari 2015, Rusia telah kehilangan empat pesawat, dan tiga kru, jumlah itu belum termasuk dalam kecelakaan yang terjadi kemarin.

Rusia sendiri memang terus dilaporkan sedang membangun kembali kekuatan mereka, yang tidak banyak bergerak paska runtuhnya Soviet. Beberapa proyek besar mereka adalah membuat jet tempur dan tank nir-awak, dan juga prajurit robot.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
18 menit yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
2 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
3 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
4 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved