Tank-tank Rusia Muncul, Putin Dicap Ingin 'Lahap' Wilayah Ukraina

Sabtu, 04 Juli 2015 - 08:46 WIB
Tank-tank Rusia Muncul,...
Tank-tank Rusia Muncul, Putin Dicap Ingin 'Lahap' Wilayah Ukraina
A A A
KIEV - Sebuah video bidikan kamera drone atau pesawat nirawak milik milisi pro-Ukraina menunjukkan bahwa tank-tank tempur Rusia dan peralatan perang lainnya bermunculan di Ukraina timur. Pihak Ukraina pun menuding Presiden Rusia, Vladimir Putin benar-benar ingin “melahap” wilayah Ukraina.

Para pejabat keamanan Ukraina yang dikutip Bloomberg, menuduh ada lima jenderal Rusia yang memainkan peran utama dalam komandan unit separatis di Ukraina timur. Namun, Kremlin membantah tuduhan itu.

Bukti rekaman drone yang menunjukkan tank-tank tempur Rusia di markas militrer di Ukraina timur itu pertama kali dilaporkan oleh The Daily Beast. Dalam laporannya, media tersebut menyatakan bahwa hasil rekaman pada awalnya menunjukkan beberapa tenda dan kendaraan. Namun, drone yang terbang di atas wilayah yang sama dua minggu kemudian, memperlihatkan basis militer itu sudah dipenuhi tank-tanka tempur Rusia.

Analis militer Fox News, pensiunan Mayor Jenderal Bob Scales, mengatakan strategi Putin dilakukan secara tertata. ”Putin punya banyak waktu untuk melakukan hal ini, dia tidak terburu-buru,” kata Scales, Sabtu (4/7/2015).

Tuduhan tindakan militer Rusia yang semakin agresif di Ukraina timur juga disampaikan Sekretaris Jederal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg. ”Kami melihat Rusia lebih tegas dan mencoba untuk mengintimidasi tetangganya serta mengubah perbatasan,” kata Stoltenberg.

Komentar Sekjen NATO itu muncul setelah memeriksa salah satu dari enam pangkalan baru militer NATO yang disiapkan di Rumania dan negara-negara Baltik. Pembangunan enam pangkalan militer baru NATO itu diklaim sebagai tanggapan terhadap tindakan Rusia di Ukraina. Langkah NATO ini merupakan aksi penguatan militer terbebesar sejak akhir Perang Dingin.

Tudingan terbaru terhadap Rusia tersebut hanya berselang sehari setelah Amerika Serikat (AS) merilis dokumen “Strategi Militer Nasional” yang menyudutkan Rusia. Dalam dokumen itu, AS terang-terangan menyatakan bahwa Rusia tujuh kali lebih mengancam ketimbang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kremlin marah menanggapi dokumen strategi militer baru AS tersebut. Kremlin menyebut, dokumen strategi militer AS itu konfrontatif.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
38 menit yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
46 menit yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
1 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
1 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
1 jam yang lalu
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved