Pamer Foto Nazi, Wartawan Cantik Rusia Dipenjara

Jum'at, 15 Mei 2015 - 15:32 WIB
Pamer Foto Nazi, Wartawan...
Pamer Foto Nazi, Wartawan Cantik Rusia Dipenjara
A A A
MOSKOW - Wartawan cantik di Rusia, Polina Petruseva, jadi “korban” propaganda perang Rusia terhadap Nazi. Pada Februari 2015, dia dijebloskan ke penjara setelah ditangkap dari apartemennya di sebelah barat Kota Smolensk setelah dituduh mamamerkan foto Nazi.

Beberapa minggu kemudian, pada tanggal 2 Maret 2015, dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan lokal dan didenda 1.000 rubel. Tuduhan kejahatannya hanya sepele, yakni di mengunggah foto di media sosial Rusia, Vkontakte, dengan latar belakang pasukan Nazi di era Perang Dunia II.

”Sangat syok, tentu saja,” kata Petruseva kepada Moscow Times, dalam sebuah pesan tertulis yang dilansir Kamis malam (14/5/2015).

”Saya ditunjukkan screenshot halaman (Vkontake) saya (di kantor polisi) dan itu jelas bahwa semuanya serius, tapi, meskipun demikian, saya tidak bisa membantu berpikir itu adalah semacam sampah surealistik,” lanjut dia.

Foto yang diunggah, lanjut wartawan Rusia itu, juga terdapat di situs-situs lain, termasuk Wikipedia. Kasus Petruseva adalah salah satu dari serangkaian insiden anti-Nazi yang terjadi sepanjang tahun ini di Rusia. Tindakan hukum terhadap propaganda atau rehabilitasi Nazi benar-benar ditegakkan Rusia sejak Presiden Vladimir Putin menandatangani UU untuk menindak propaganda Nazi pada Mei 2014 lalu.

Ahli mengatakan, insiden seperti itu menimbulkan kekhawatiran bagi wartawan, arsiparis, kurator museum dan sejarawan. Sebab, mereka bisa ditangkap karena penafsiran sepihak ketika membawa atau menunjukkan segala hal yang terkait Nazi.

Selain wartawan wanita Rusia itu, ada juga remaja 16 tahun asal kota Astrakhan yang dipidanakan karena menulis kekagumannya terhadap invasi Nazi di Polandia melalui media sosial. Jika terbukti bersalah, remaja itu bisa dihukum penjara selama tiga tahun.

”Hukum ini berlebihan dan hal ini sudah berlebihan. Remaja 16 tahun tahun dan pendengarnya (aspirasinya) kecil,” kata Natalya Yudina, seorang ahli di Sova Centre, sebuah pusat penelitian yang berbasis di Moskow yang memantau ekstremisme.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
31 menit yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
3 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
4 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved