Rusia Cabut Embargo Rudal S-300 ke Iran, AS Prihatin

Selasa, 14 April 2015 - 09:07 WIB
Rusia Cabut Embargo...
Rusia Cabut Embargo Rudal S-300 ke Iran, AS Prihatin
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) prihatin dengan keputusan Rusia yang telah mencabut sanksi atau embargo terhadap Iran, termasuk soal pengiriman rudal S-300. AS menilai tindakan Rusia bisa mempengaruhi negara-negara besar yang akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran.

Keprihatinan AS itu disuarakan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, dan juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. Menurut Gedung Putih, keputusan Rusia yang mencabut embargo rudal kepada Iran bisa meningkatkan kekhawatiran.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengatakan, AS berharap tindakan Rusia ini tidak akan mempengaruhi negara-negara besar. ”Dalam pembicaraan nuklir yang akan berlangsung,” kata Harf.

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin resmi mencabut larangan pengiriman rudal pertahanan udara S-300 kepada Iran. Dengan demikian, Putin bakal leluasa untuk memasok rudal canggih S-300 buatan Rusia itu kepada Iran. (Baca juga: Cabut Sanksi, Rusia Leluasa Pasok Rudal S-300 ke Iran)

Larangan mengirim rudal canggih Rusia kepada Iran itu semula diperkenalkan oleh mantan Presiden Rusia, Medvedev pada tahun 2010.

”Keputusan (presiden) adalah mencabut larangan transit melalui wilayah Rusia, termasuk airlift, dan ekspor dari Federasi Rusia ke Republik Islam Iran. Juga transfer rudal sistem pertahanan udara S-300 ke Republik Islam Iran, baik melalui laut dan udara,” bunyi dokumen pencabutan sanksi oleh Rusia terhadap Iran seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti.

Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditandatangani Presiden Putin. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengomentari keputusan Presiden Putin itu. Menurutnya, embargo rudal S-300 oleh Moskow (pada Teheran) tidak diperlukan lagi. Alasannya, sudah ada kemajuan dalam perundingan nuklir Teheran di Lausanne, Swiss pada 2 April 2015 lalu.

“Selama pembicaraan di Swiss, kelompok P5 + 1 telah membuat kemajuan substansial dalam menyelesaikan program nuklir Iran,” kata Lavrov. ”Kerangka politik dari kesepakatan (nuklir Iran) akhirnya disepakati dan sangat dipuji oleh masyarakat internasional,” katanya lagi, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/4/2015).
()
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
45 menit yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
1 jam yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
2 jam yang lalu
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
3 jam yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
4 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved