alexametrics

Sekitar 214 Wanita Hamil usai Diculik Boko Haram

loading...
Sekitar 214 Wanita Hamil usai Diculik Boko Haram
Badan PBB mencatat sekitar 214 wanita hamil usai diculik Boko Haram. | (Allafrica)
A+ A-
LAGOS - Sekitar 214 wanita hamil setelah diculik kelompok Boko Haram di wilayah timur laut Nigeria. Ratusan wanita itu merupakan bagian dari sekitar 700 wanita dan anak-anak gadis yang diselamatkan tentara Nigeria dari penyanderaan Boko Haram.

Kehamilan 214 wanita bekas sandera Boko Haram itu diungkap Direktur Pendanaan dan Populasi PBB (UNFPA) Nigeria, Babatunde Oshotimehin di Kota Lagos.

”Sudah banyak dari mereka yang menjalani screaning untuk berbagai penyakit, infeksi, termasuk HIV/AIDS dan sekitar 214 dari mereka yang sudah disaring ditemukan berada di berbagai tahap kehamilan, beberapa terlihat hamil dan beberapa telah dites kehamilan, tapi kami mendukung mereka semua dengan berbagai tingkat perawatan untuk menstabilkan mereka,” ujar Oshotimehin, seperti dilansir Russia Today, semalam (4/5/2015).



”Beberapa anak yang dibebaskan bersama dengan wanita, ditemukan lahir di hutan dan tidak pernah keluar ke tempat terbuka sampai pembebasan mereka oleh tentara Nigeria,” lanjut Osotimehin.

Menurutnya, UNFPA juga telah memberikan konseling psikologis untuk para wanita dan anak-anak. ”Karena perempuan dan anak perempuan memiliki kebutuhan khusus yang tidak terlihat orang lain,” ujarnya.

”Apa yang kami temukan adalah bahwa beberapa perempuan dan anak perempuan yang telah pulang kembali benar-benar mengalami stres atas apa yang mereka hadapi, sehingga konseling harus lebih intens dan bekerja dengan mereka satu-satu,” imbuh dia.

Pada hari Jumat pekan lalu, tentara Nigeria mengumumkan telah membebaskan 234 perempuan dan anak-anak gadis yang disandera Boko Haram di hutan Sambisa. Sedangkan menurut kantor berita AP, lebih dari 677 wanita diselamatkan minggu lalu dari kubu Boko Haram di timur laut negara itu.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak