Jarang Beraksi Gempur Ukraina, Rusia Diduga Takut Kehilangan Jet Tempur Siluman Su-57
Selasa, 10 Januari 2023 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pernah mengeklaim pasukan Rusia telah menggunakan jet siluman itu secara brilian di Ukraina.
Dia mengatakan kepada media pemerintah Rusia pada Agustus 2022 bahwa Su-57 memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap berbagai serangan rudal dari sistem pertahanan udara musuh.
Apa Itu Jet Su-57 Felon?
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Felon sebagai jet tempur supersonik generasi kelima Rusia yang paling canggih. "Sebuah pesawat siluman, menggunakan avionik yang sangat canggih," kata kementeria tersebut.
Militer Rusia menerima jet Su-57 pertamanya, yang mampu mencapai kecepatan jelajah supersonik, pada tahun 2020.
Jet tempur bermesin ganda dan satu kursi itu telah dikembangkan sejak 2002. Menurut lembaga think tank RAND Corporation, Su-57 dirancang untuk menyaingi pesawat tempur siluman F-35 Amerika Serikat.
Sebuah analisis tahun 2020 oleh Royal United Services Institute, sebuah think tank pertahanan yang berbasis di Inggris, menggambarkan jet Su-57 Felon sebagai pesaat “belum matang" sebagai sistem senjata garis depan yang kredibel, tetapi mereka tetap merupakan pesawat siluman.
Dia mengatakan kepada media pemerintah Rusia pada Agustus 2022 bahwa Su-57 memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap berbagai serangan rudal dari sistem pertahanan udara musuh.
Apa Itu Jet Su-57 Felon?
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Felon sebagai jet tempur supersonik generasi kelima Rusia yang paling canggih. "Sebuah pesawat siluman, menggunakan avionik yang sangat canggih," kata kementeria tersebut.
Militer Rusia menerima jet Su-57 pertamanya, yang mampu mencapai kecepatan jelajah supersonik, pada tahun 2020.
Jet tempur bermesin ganda dan satu kursi itu telah dikembangkan sejak 2002. Menurut lembaga think tank RAND Corporation, Su-57 dirancang untuk menyaingi pesawat tempur siluman F-35 Amerika Serikat.
Sebuah analisis tahun 2020 oleh Royal United Services Institute, sebuah think tank pertahanan yang berbasis di Inggris, menggambarkan jet Su-57 Felon sebagai pesaat “belum matang" sebagai sistem senjata garis depan yang kredibel, tetapi mereka tetap merupakan pesawat siluman.
Lihat Juga :