Ukraina Tepis Klaim 600 Tentaranya Tewas Dirudal Rusia
Senin, 09 Januari 2023 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang apakah itu benar atau tidak, sejauh menyangkut Rusia, tidak terlalu penting," katanya.
"Ini berbahaya. Ini semacam mencakar kesadaran orang," paparnya.
"Saya pikir faktanya tetap, bahwa semua bukti dan dari apa yang telah kami kumpulkan dari daerah di mana dikatakan terjadi...laporan yang datang sekarang melalui media sosial menunjukkan bahwa serangan ini tidak terjadi. Benar-benar terjadi sama sekali seperti yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertahanan Rusia."
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan serangan tersebut adalah balas dendam atas serangan Ukraina yang mematikan di sebuah gedung di Makiivka pada Malam Tahun Baru.
Serangan di Makiivka adalah salah satu serangan dengan korban jiwa terbesar di pihak Rusia selama perang berlangsung. Pejabat militer Moskow menyalahkan penggunaan ponsel oleh tentara yang ditempatkan di gedung itu.
Jumlah korban tewas akibat serangan itu masih diperdebatkan, dengan Moskow mengeklaim bahwa puluhan orang tewas sementara Ukraina mengatakan jumlahnya mencapai 400 orang.
"Ini berbahaya. Ini semacam mencakar kesadaran orang," paparnya.
"Saya pikir faktanya tetap, bahwa semua bukti dan dari apa yang telah kami kumpulkan dari daerah di mana dikatakan terjadi...laporan yang datang sekarang melalui media sosial menunjukkan bahwa serangan ini tidak terjadi. Benar-benar terjadi sama sekali seperti yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertahanan Rusia."
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan serangan tersebut adalah balas dendam atas serangan Ukraina yang mematikan di sebuah gedung di Makiivka pada Malam Tahun Baru.
Serangan di Makiivka adalah salah satu serangan dengan korban jiwa terbesar di pihak Rusia selama perang berlangsung. Pejabat militer Moskow menyalahkan penggunaan ponsel oleh tentara yang ditempatkan di gedung itu.
Jumlah korban tewas akibat serangan itu masih diperdebatkan, dengan Moskow mengeklaim bahwa puluhan orang tewas sementara Ukraina mengatakan jumlahnya mencapai 400 orang.
(min)
Lihat Juga :