Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Senin, 13 Juli 2020 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Dikarenakan bangunan bersejarah sudah berusia 1.500 tahun, Hagia Sophia memiliki makna keagamaan, spiritual, dan politik yang signifikan bagi kelompok-kelompok di dalam dan di luar Turki. Hagia Sophia pun bukan hanya milik Turki, tetapi juga warga dunia turut memilikinya.
Badan kebudayaan PBB, UNESCO, pernah menyatakan, harus ada diskusi yang mendalam sebelum Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Wakil Direktur UNESCO Ernesto Ottone Ramirez mengatakan, diperlukan ada persetujuan yang lebih luas kalau ingin mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. “Kita sudah menyurati Pemerintah Turki tentang proposal tersebut, tetapi tidak menerima jawaban,” kata Ernesto.
Kepala Gereja Ortodoks Timur menentang langkah itu seperti Pemerintah Yunani, rumah bagi jutaan pengikut Ortodoks. Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni bahkan menuduh Turki menghidupkan kembali sentimen nasionalis dan agama yang fanatik. “Situs Warisan Dunia UNESCO itu tidak diubah tanpa ada persetujuan komite antarpemerintah,” kata Mendoni.
Hal senada dikuatkan PM Yunani Kyriakos Mitsotakis. “Pilihannya adalah mengakui monumen itu sebagai Situs Warisan Dunia,” katanya. (Baca juga: kepala Puskesmas Slempit Gresik Meninggal Terpapar Covid-19)
Kepala Gereja Ortodoks Timur, yang dikenal sebagai Ecumenical Patriarch of Constantinople, yang masih berbasis di Istanbul, Patriark Bartholomew I memperingatkan bahwa perubahan bangunan itu akan “mengecewakan jutaan orang Kristen”. “Tindakan Turki bisa memecah belah dunia,” katanya. Gereja Ortodoks Rusia juga menyatakan hal yang sama.
Reaksi keras juga disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Dia memperingatkan bahwa setiap perubahan dalam status Hagia Sophia akan mengurangi kemampuannya “melayani umat manusia sebagai jembatan yang sangat dibutuhkan antara mereka yang berbeda keyakinan dan budaya”. Pekan lalu Duta Besar AS untuk Large for International Religious Freedom Sam Brownback telah meminta Turki agar membiarkan gedung itu berfungsi seperti semula. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik SelamatkanKotak Amal)
Tetapi, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bersikeras bahwa Athena tidak memiliki suara dalam keputusan tersebut karena gedung itu berada di wilayah Turki. “Apa yang kami lakukan di negara kami, dan dengan properti milik kami, itu tergantung pada kami,” katanya kepada stasiun televisi Turki 24 TV. (Muh Shamil)
Badan kebudayaan PBB, UNESCO, pernah menyatakan, harus ada diskusi yang mendalam sebelum Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Wakil Direktur UNESCO Ernesto Ottone Ramirez mengatakan, diperlukan ada persetujuan yang lebih luas kalau ingin mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. “Kita sudah menyurati Pemerintah Turki tentang proposal tersebut, tetapi tidak menerima jawaban,” kata Ernesto.
Kepala Gereja Ortodoks Timur menentang langkah itu seperti Pemerintah Yunani, rumah bagi jutaan pengikut Ortodoks. Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni bahkan menuduh Turki menghidupkan kembali sentimen nasionalis dan agama yang fanatik. “Situs Warisan Dunia UNESCO itu tidak diubah tanpa ada persetujuan komite antarpemerintah,” kata Mendoni.
Hal senada dikuatkan PM Yunani Kyriakos Mitsotakis. “Pilihannya adalah mengakui monumen itu sebagai Situs Warisan Dunia,” katanya. (Baca juga: kepala Puskesmas Slempit Gresik Meninggal Terpapar Covid-19)
Kepala Gereja Ortodoks Timur, yang dikenal sebagai Ecumenical Patriarch of Constantinople, yang masih berbasis di Istanbul, Patriark Bartholomew I memperingatkan bahwa perubahan bangunan itu akan “mengecewakan jutaan orang Kristen”. “Tindakan Turki bisa memecah belah dunia,” katanya. Gereja Ortodoks Rusia juga menyatakan hal yang sama.
Reaksi keras juga disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Dia memperingatkan bahwa setiap perubahan dalam status Hagia Sophia akan mengurangi kemampuannya “melayani umat manusia sebagai jembatan yang sangat dibutuhkan antara mereka yang berbeda keyakinan dan budaya”. Pekan lalu Duta Besar AS untuk Large for International Religious Freedom Sam Brownback telah meminta Turki agar membiarkan gedung itu berfungsi seperti semula. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik SelamatkanKotak Amal)
Tetapi, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bersikeras bahwa Athena tidak memiliki suara dalam keputusan tersebut karena gedung itu berada di wilayah Turki. “Apa yang kami lakukan di negara kami, dan dengan properti milik kami, itu tergantung pada kami,” katanya kepada stasiun televisi Turki 24 TV. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :