Israel Tangkap Lebih dari 3.000 Warga Palestina Sepanjang Tahun 2022
Jum'at, 30 Desember 2022 - 14:19 WIB
loading...
Israel tangkap lebih dari 3.000 warga Palestina sepanjang tahun 2022. Foto/Middle East Monitor
A
A
A
YERUSALEM - Lebih dari 3.000 warga Palestina telah ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun 2022, sebagai bagian dari apa yang disebut negara Zionis itu sebagai operasi "Breaking Waves".
Sekitar 14 bengkel senjata juga ditutup dan 500 senjata disita, klaim pasukan pendudukan. Arab48 telah melaporkan bahwa 2,8 juta shekel (USD0,8 juta) juga dicuri seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (30/12/2022).
Itu terjadi di tengah meningkatnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki selama beberapa bulan terakhir, di mana pemukim ilegal terkadang berbalik melawan pasukan Israel.
Baca: Pemerintahan Baru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dilantik di Parlemen
Tahun ini saja lebih dari 150 warga Palestina tewas di wilayah pendudukan, termasuk 33 anak-anak. Menurut PBB, ini menjadikan 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak 2005.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta PBB untuk mengerahkan stafnya dalam patroli di Tepi Barat yang diduduki mengingat meningkatnya jumlah serangan pemukim dan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina selama serangan pada malam hari.
Serangan pada malam hari oleh tentara Israel adalah praktik hampir setiap hari di Tepi Barat yang diduduki. Israel mengklaim bahwa itu penting untuk tujuan intelijen, namun kelompok hak asasi mengecam praktik tersebut, bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menindas dan mengintimidasi penduduk Palestina dan meningkatkan kontrol negara.
Sekitar 14 bengkel senjata juga ditutup dan 500 senjata disita, klaim pasukan pendudukan. Arab48 telah melaporkan bahwa 2,8 juta shekel (USD0,8 juta) juga dicuri seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (30/12/2022).
Itu terjadi di tengah meningkatnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki selama beberapa bulan terakhir, di mana pemukim ilegal terkadang berbalik melawan pasukan Israel.
Baca: Pemerintahan Baru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dilantik di Parlemen
Tahun ini saja lebih dari 150 warga Palestina tewas di wilayah pendudukan, termasuk 33 anak-anak. Menurut PBB, ini menjadikan 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak 2005.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta PBB untuk mengerahkan stafnya dalam patroli di Tepi Barat yang diduduki mengingat meningkatnya jumlah serangan pemukim dan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina selama serangan pada malam hari.
Serangan pada malam hari oleh tentara Israel adalah praktik hampir setiap hari di Tepi Barat yang diduduki. Israel mengklaim bahwa itu penting untuk tujuan intelijen, namun kelompok hak asasi mengecam praktik tersebut, bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk menindas dan mengintimidasi penduduk Palestina dan meningkatkan kontrol negara.
Lihat Juga :